BMW Dikabarkan PHK 1.800 Karyawan di China, Penjualan Anjlok Jadi Pemicu

AKURAT.CO BMW dikabarkan memangkas 1.800 karyawan di fasilitas operasionalnya di Shenyang, China. Pengurangan tenaga kerja tersebut mulai dilakukan pada 2 November 2026 dan diperkirakan mencakup sekitar 10 persen dari total karyawan BMW Brilliance Automotive.
Sebagian besar pekerja yang terdampak berasal dari bagian produksi. Namun, sejumlah karyawan di divisi administrasi juga dilaporkan masuk dalam daftar pengurangan tenaga kerja.
Hal ini terjadi di tengah penurunan penjualan BMW di pasar China. Persaingan dengan produsen otomotif lokal, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid, turut memberikan tekanan terhadap bisnis perusahaan asal Jerman tersebut.
BMW Brilliance Automotive merupakan perusahaan patungan BMW dan Brilliance Group yang dibentuk pada 2003. BMW kemudian meningkatkan kepemilikan sahamnya pada 2022 sehingga memiliki kendali atas perusahaan tersebut.
Sebelum melakukan PHK, perusahaan dilaporkan telah membatasi perekrutan karyawan dan tidak memperpanjang sejumlah kontrak kerja selama tiga tahun terakhir. Karyawan yang terdampak disebut akan menerima kompensasi menggunakan skema N+5.
Skema tersebut menghitung pesangon berdasarkan masa kerja dan gaji bulanan sebelum pajak. Selain itu, karyawan memperoleh tambahan kompensasi sebesar lima bulan gaji pokok tanpa memperhitungkan bonus.
Penjualan BMW di China Mengalami Penurunan
Tekanan terhadap bisnis BMW terlihat dari laporan penjualan kuartal ketiga 2026. Pengiriman kendaraan BMW secara global turun 6,3 persen menjadi 551.075 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan lebih besar terjadi di China, dengan angka pengiriman merosot sekitar 25 persen. Sementara itu, penjualan gabungan BMW dan Mini di negara tersebut selama Januari hingga September 2026 tercatat sebanyak 376.128 unit, turun 21,8 persen secara tahunan.
Porsi pasar China terhadap total penjualan global BMW juga terus menyusut. Kontribusinya turun dari 29,2 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2025, seiring meningkatnya persaingan dengan produsen otomotif domestik.
Kondisi tersebut membuat BMW dua kali merevisi proyeksi keuntungan bisnis otomotif untuk 2026. Target margin EBIT yang sebelumnya berada di kisaran 4-6 persen diturunkan menjadi 1-3 persen pada Juni, kemudian kembali direvisi menjadi -0,5 hingga 0,5 persen pada November.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global pada November 2026, Harga dan Spesifikasi Jadi Sorotan
- 2HUAWEI FreeBuds SE 5 MAX Resmi Hadir di Indonesia, Bawa ANC 52 dB dan Baterai 80 Jam
- 3RedMagic 12 Pro Resmi Meluncur Global, Bawa Baterai 8.400 mAh dan Snapdragon Terbaru
- 4RedMagic 12 Pro Meluncur Global, Bawa Baterai 8.400 mAh dan Layar 185Hz
- 5Xiaomi Hadirkan Enam Perangkat Smart Home, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 6HP Tidak Bisa Memindai Kode QR? Coba Periksa Kamera dan Pengaturan Ini
- 7Cara Aktivasi T Intouch Toyota dan WiFi Hotspot di Mobil, Simak Langkahnya
- 8Honda ADV125 2027 Resmi Diperkenalkan, Usung Mesin 125 cc dan Fitur ABS
- 9Laptop Terhubung Wi-Fi tetapi Tidak Bisa Internet? Periksa DNS dan Proxy
- 10Google Meet Kini Bisa Tampilkan Aturan Rapat Sebelum Pengguna Bergabung







