Tekno

BMW Dikabarkan PHK 1.800 Karyawan di China, Penjualan Anjlok Jadi Pemicu

Winna Wandayani | 5 November 2026, 23:17 WIB
BMW Dikabarkan PHK 1.800 Karyawan di China, Penjualan Anjlok Jadi Pemicu
BMW (Bmwgroup.jobs)

AKURAT.CO BMW dikabarkan memangkas 1.800 karyawan di fasilitas operasionalnya di Shenyang, China. Pengurangan tenaga kerja tersebut mulai dilakukan pada 2 November 2026 dan diperkirakan mencakup sekitar 10 persen dari total karyawan BMW Brilliance Automotive.

Sebagian besar pekerja yang terdampak berasal dari bagian produksi. Namun, sejumlah karyawan di divisi administrasi juga dilaporkan masuk dalam daftar pengurangan tenaga kerja.

Hal ini terjadi di tengah penurunan penjualan BMW di pasar China. Persaingan dengan produsen otomotif lokal, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid, turut memberikan tekanan terhadap bisnis perusahaan asal Jerman tersebut.

BMW Brilliance Automotive merupakan perusahaan patungan BMW dan Brilliance Group yang dibentuk pada 2003. BMW kemudian meningkatkan kepemilikan sahamnya pada 2022 sehingga memiliki kendali atas perusahaan tersebut.

Sebelum melakukan PHK, perusahaan dilaporkan telah membatasi perekrutan karyawan dan tidak memperpanjang sejumlah kontrak kerja selama tiga tahun terakhir. Karyawan yang terdampak disebut akan menerima kompensasi menggunakan skema N+5.

Skema tersebut menghitung pesangon berdasarkan masa kerja dan gaji bulanan sebelum pajak. Selain itu, karyawan memperoleh tambahan kompensasi sebesar lima bulan gaji pokok tanpa memperhitungkan bonus.

Penjualan BMW di China Mengalami Penurunan

Tekanan terhadap bisnis BMW terlihat dari laporan penjualan kuartal ketiga 2026. Pengiriman kendaraan BMW secara global turun 6,3 persen menjadi 551.075 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan lebih besar terjadi di China, dengan angka pengiriman merosot sekitar 25 persen. Sementara itu, penjualan gabungan BMW dan Mini di negara tersebut selama Januari hingga September 2026 tercatat sebanyak 376.128 unit, turun 21,8 persen secara tahunan.

Porsi pasar China terhadap total penjualan global BMW juga terus menyusut. Kontribusinya turun dari 29,2 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2025, seiring meningkatnya persaingan dengan produsen otomotif domestik.

Kondisi tersebut membuat BMW dua kali merevisi proyeksi keuntungan bisnis otomotif untuk 2026. Target margin EBIT yang sebelumnya berada di kisaran 4-6 persen diturunkan menjadi 1-3 persen pada Juni, kemudian kembali direvisi menjadi -0,5 hingga 0,5 persen pada November.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.