Tekno

Bos Ford Ingatkan AS soal Persaingan Mobil China

Winna Wandayani | 1 Oktober 2026, 17:15 WIB
Bos Ford Ingatkan AS soal Persaingan Mobil China
Ford (media.ford.com)

AKURAT.CO CEO Ford, Jim Farley, meminta Amerika Serikat (AS) berhati-hati terhadap masuknya produsen mobil asal China ke pasar domestik. Menurutnya, perkembangan industri otomotif China di Eropa bisa menjadi gambaran risiko yang perlu diperhatikan AS.

Farley menyampaikan pandangan tersebut dalam konferensi Automotive News pada Selasa (29/9/2026). Ia menilai negara-negara Eropa sudah terlambat menghadapi persaingan dari merek China yang terus memperluas pangsa pasarnya.

"Untuk negara-negara Eropa, sudah terlambat," kata Farley, dikutip dari Reuters, Kamis (1/10/2026). Ia juga mengatakan Ford tetap terbuka bekerja sama dengan perusahaan China selama kemitraan tersebut memberikan efisiensi biaya atau keahlian yang belum dimiliki.

Salah satu contohnya adalah kerja sama Ford dengan produsen baterai China CATL untuk memproduksi baterai berbiaya lebih rendah di fasilitas Ford di Michigan. Di sisi lain, Farley menegaskan Ford juga akan bersaing secara langsung dengan produsen mobil China.

Sikap Ford sebelumnya mendapat perhatian dari pemerintah AS. Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyoroti sejumlah kerja sama Ford dengan perusahaan asal China.

Duffy khawatir kemitraan tersebut membuat Ford semakin bergantung pada perusahaan yang didukung pemerintah China. Kekhawatiran itu muncul di tengah meningkatnya persaingan industri otomotif kedua negara.

Industri otomotif China kini berkembang pesat sebagai salah satu kekuatan ekspor kendaraan dunia. China diproyeksikan mengekspor sekitar 12 juta mobil pada 2026, naik dari sekitar 3 juta unit pada 2022.

Pasar AS sejauh ini masih membatasi kendaraan China melalui tarif lebih dari 100 persen dan aturan perangkat lunak. Sejumlah pelaku industri otomotif AS juga mendorong larangan permanen terhadap masuknya mobil China.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.