Tekno

Video GRWM Anak Bisa Bocorkan Data Pribadi, Ini Risiko Jejak Digitalnya

Winna Wandayani | 6 November 2026, 23:59 WIB
Video GRWM Anak Bisa Bocorkan Data Pribadi, Ini Risiko Jejak Digitalnya
Ilustrasi konten anak (Magnific)

AKURAT.CO Video Get Ready With Me (GRWM) semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja. Konten rutinitas sehari-hari tersebut ternyata berpotensi mengungkap informasi pribadi tanpa disadari.

Cyber Literacy Projects Lead Kaspersky, Andrey Sidenko, mengatakan anak-anak perlu memahami cara menjaga privasi di internet. Hal ini penting karena konten yang awalnya dibuat untuk kalangan terbatas bisa tersebar dan menjangkau lebih banyak orang.

"Anak-anak juga perlu memahami cara mengelola jejak digital mereka, melindungi privasi, serta bagaimana merespons ketika kehadiran daring mereka meluas secara tidak terduga," ujar Andrey, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (6/11/2026).

Informasi seperti seragam sekolah, logo pada tas, hingga pemandangan di sekitar rumah dapat memberikan petunjuk mengenai kehidupan anak. Jika dikumpulkan, detail tersebut bisa mengungkap lokasi sekolah dan rutinitas hariannya.

Informasi pribadi yang tersebar juga berpotensi dimanfaatkan penjahat siber. Data mengenai nama sekolah, hobi, atau teman dapat digunakan untuk membuat pesan phishing dan profil palsu.

Jejak digital merupakan kumpulan informasi yang ditinggalkan seseorang saat beraktivitas di internet. Informasi tersebut mencakup unggahan, komentar, profil media sosial, pesan, hingga data lokasi.

Kaspersky membagikan beberapa cara yang dapat dilakukan keluarga untuk melindungi privasi anak di internet. Berikut tips yang bisa diterapkan:

1. Periksa konten sebelum diunggah, termasuk latar belakang video, lokasi dan informasi yang menyebutkan identitas orang lain.

2. Cari informasi pribadi secara berkala menggunakan nama, alamat email dan akun media sosial.

3. Batasi informasi yang diberikan kepada aplikasi, terutama akses lokasi, kontak, foto dan data pribadi.

4. Periksa pengaturan privasi untuk membatasi orang yang dapat melihat unggahan dan menghubungi anak.

5. Hapus akun serta unggahan lama yang sudah tidak digunakan.

Kaspersky juga mengingatkan bahwa informasi yang sudah dipublikasikan tidak selalu mudah dikendalikan. Foto dan video dapat disalin atau diunggah ulang oleh orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Karena itu, pemahaman mengenai keamanan digital perlu diberikan sejak dini. Anak-anak perlu mengetahui bahwa detail kecil dalam konten sehari-hari dapat menjadi bagian dari jejak digital.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.