Spotify Luncurkan Memberships, Kreator Podcast Bisa Raup 90 Persen Pendapatan

AKURAT.CO Spotify meluncurkan fitur Memberships di 34 negara untuk membantu kreator podcast memperoleh pendapatan dari konten eksklusif. Melalui fitur ini, kreator bisa mendapatkan 90 persen pendapatan dari biaya langganan bulanan yang dibayarkan pendengar.
Fitur Memberships pertama kali diperkenalkan pada Mei lalu dalam acara Investor Day. Layanan ini sekaligus menggantikan fitur langganan podcast Spotify yang telah hadir sejak 2021.
"Setiap komunitas siniar (podcast) memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu kami memberikan keleluasaan bagi para kreator untuk menentukan apa saja yang tercakup dalam keanggotaan (Membership) mereka," tulis Spotify dalam situs resminya, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Kreator dapat menawarkan berbagai manfaat, seperti episode eksklusif, konten audio dan video tambahan, serta akses lebih awal ke episode terbaru. Kreator juga bisa menyediakan hingga tiga tingkatan keanggotaan dengan harga dan manfaat berbeda.
Pengguna Spotify Free maupun Premium dapat menemukan pilihan Memberships melalui halaman podcast. Konten eksklusif bisa diputar langsung di aplikasi, sedangkan proses pembayaran dilakukan melalui situs web.
Selain langganan, kreator tetap bisa memperoleh pendapatan dari iklan, sponsor dan Spotify Partner Program. Spotify juga menyediakan fitur promosi, uji coba gratis, analisis pendaftaran, serta data anggota yang dapat diunduh jika pengguna bersedia membagikan informasi kontaknya.
Untuk mengikuti program ini, podcast harus dihosting melalui Spotify for Creators atau Megaphone. Kreator juga wajib memiliki minimal tiga episode yang dipublikasikan, 100 pendengar atau penonton, serta 100 jam konsumsi konten dalam 30 hari terakhir.
Beberapa podcast yang telah menggunakan Memberships antara lain The Adam Friedland Show, Making Sense with Sam Harris dan The Shawn Ryan Show. Jaringan YMH Studios juga menghadirkan fitur ini untuk 12 podcast di bawah naungannya.
Peluncuran awal Memberships mencakup 34 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia dan sejumlah negara Eropa. Indonesia belum termasuk dalam daftar pasar yang mendapatkan fitur tersebut pada tahap awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terpopuler
- 1GTA 6 Diprediksi Bikin 1,5 Juta Warga AS Absen Kerja
- 2BYD Atto 1 Terbaru Meluncur di China, Harga Mulai Rp177 Jutaan!
- 3Rekomendasi Laptop untuk Content Creator, Ini Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan
- 4MiniMax M3.1 Flash Diklaim Lebih Murah, tetapi Punya Risiko Halusinasi Tinggi
- 5Harga BBM Pertamina Masih Stabil, Pertamax Rp15.950 per Liter
- 6Microsoft Peringatkan AI Agent Bisa Jadi Ancaman Keamanan Perusahaan
- 7Geely Hadirkan Google Gemini dan Maps di Mobil Mulai 2027
- 8Panggilan WhatsApp Tidak Berdering? Periksa Izin Mikrofon dan Pengaturan Ini
- 9Komdigi Kaji Aturan Label Konten Buatan AI
- 10Cara Mengecas Mobil Listrik BYD dan Estimasi Biaya Chargernya




