MiniMax M3.1 Flash Diklaim Lebih Murah, tetapi Punya Risiko Halusinasi Tinggi

AKURAT.CO Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, MiniMax, meluncurkan M3.1 Flash untuk menangani otomatisasi bisnis, pemrograman dan pengoperasian aplikasi komputer.
Model ini menawarkan biaya penggunaan lebih rendah dengan kemampuan yang meningkat dibandingkan pendahulunya.
Dalam pengujian Artificial Analysis, M3.1 Flash meraih skor Intelligence Index sebesar 42, naik dari 29 pada model M3. Biaya rata-rata pengujian juga turun dari 0,51 dolar AS menjadi 0,22 dolar AS per tugas.
Hasil tersebut membuat M3.1 Flash bersaing dengan model AI lain, seperti GLM-5.3 Flash dan Gemini 3.8 Flash. Namun, kemampuan keseluruhannya masih berada di bawah sejumlah model AI kelas atas.
Kemampuan AI untuk Otomatisasi Bisnis
MiniMax menyebut M3.1 Flash mampu menangani pekerjaan kompleks melalui aplikasi bisnis, perangkat lunak pemrograman dan antarmuka komputer. Dalam pengujian Automation-Bench, model ini meraih skor 62,2, sedikit di atas DeepSeek V4.1 Flash-1017 yang memperoleh 60,5.
Pada pengujian pemrograman DeepSWE v1.1, M3.1 Flash mencatat skor 73,7 persen. Hasil tersebut mendekati Claude Opus 5 yang meraih 74 persen dan GPT-5.6 Sol dengan 73 persen, sebagaimana dikutip dari situs resmi MiniMax, Rabu (21/10/2026).
Kemampuan penalaran model ini juga meningkat dibandingkan pendahulunya. Dalam pengujian Humanity's Last Exam, M3.1 Flash meraih skor 48 persen, naik dari 39 persen pada model M3.
Risiko Halusinasi Masih Menjadi Masalah
Di balik peningkatan kemampuan tersebut, M3.1 Flash memiliki kelemahan dalam menjaga akurasi jawaban. Artificial Analysis menemukan tingkat halusinasi sebesar 93 persen berdasarkan pengujian AA-Omniscience.
Dalam pengujian yang sama, model ini menjawab 56 persen pertanyaan pengetahuan faktual dengan benar. Namun, ketika gagal memberikan jawaban yang tepat, M3.1 Flash cenderung menghasilkan informasi keliru daripada mengakui ketidakpastian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Rekomendasi Laptop untuk Content Creator, Ini Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan
- 2TikTok Makin Mengandalkan AI, Cara Iklan Menjangkau Pengguna Ikut Berubah
- 3Hyundai Tucson Terbaru Hadir dengan Hybrid dan Asisten AI
- 4Harga BBM Pertamina Masih Stabil, Pertamax Rp15.950 per Liter
- 5Samsung Galaxy A18 Resmi Dijual di Indonesia, Berikut Rincian Harganya
- 6Tesla Roadster Terbaru Bisa Berputar di Udara, Produksi Mulai 2028
- 75 Cara Menghemat Kuota YouTube Tanpa Berhenti Menonton Video
- 8WhatsApp Bisa Menelepon Orang Tanpa Akun, Begini Caranya
- 9Microsoft Peringatkan AI Agent Bisa Jadi Ancaman Keamanan Perusahaan
- 10Tips Aman Menggunakan AI untuk Membuat CV Lamaran Kerja








