Tekno

Sejumlah Situs Pemerintah Eropa Lumpuh akibat Celah Keamanan PHP

Winna Wandayani | 23 Oktober 2026, 14:33 WIB
Sejumlah Situs Pemerintah Eropa Lumpuh akibat Celah Keamanan PHP
Ilustrasi situs error (Magnific)

AKURAT.CO Sejumlah situs pemerintah di Eropa dinonaktifkan sementara akibat dua celah keamanan kritis pada PHP, bahasa pemrograman untuk menjalankan situs web. Kebijakan ini diambil setelah muncul laporan bahwa peretas mulai mengeksploitasi celah tersebut.

Dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2026), pengembang PHP mengumumkan temuan dua celah keamanan pada 20 Oktober 2026. Pembaruan untuk memperbaiki kerentanan tersebut dirilis pada 21 Oktober 2026.

Badan keamanan siber di sejumlah negara meminta pengelola situs segera memasang pembaruan keamanan. Beberapa instansi memilih menutup akses situs untuk sementara guna mengurangi risiko serangan.

PHP digunakan untuk menjalankan berbagai fitur situs web, mulai dari mengolah data hingga menampilkan konten kepada pengunjung. Menurut W3Techs, teknologi ini digunakan oleh sekitar 75 persen situs yang bahasa pemrogramannya dapat diidentifikasi.

PHP juga menjadi bagian penting dari WordPress, platform yang digunakan oleh sekitar 43 persen situs web di dunia. Teknologi ini mendukung berbagai layanan, mulai dari blog dan toko daring hingga portal berita dan situs pemerintahan.

Baca Juga: Waspada! Jelang Penjualan iPhone 18, Kaspersky Temukan Situs Penipuan

Cloudflare melaporkan adanya indikasi serangan yang memanfaatkan celah keamanan tersebut. Chief Technology Officer Cloudflare, Dane Knecht, mengatakan perusahaannya memperbarui perlindungan firewall untuk mengurangi risiko serangan.

"Kami melihat serangan awal muncul dan memperbarui mitigasi saat vektor baru muncul. Ini hanya STOPGAP. Tambal segera setelah PHP merilis pembaruan," kata Knecht melalui akun X miliknya.

Wordfence, layanan keamanan untuk WordPress, mengingatkan bahwa pembaruan otomatis WordPress tidak otomatis memperbaiki kerentanan PHP. Pengelola situs perlu memastikan perangkat lunak PHP pada server telah diperbarui.

Di Belanda, sejumlah situs dinonaktifkan sementara, termasuk portal pemerintah Overheid.nl dan situs Pelabuhan Rotterdam. Beberapa situs rumah sakit dan partai politik juga terdampak langkah pencegahan tersebut.

Di Finlandia, penyedia layanan teknologi informasi pemerintah Valtori menonaktifkan layanan jaringan publik untuk sementara. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Prancis menghentikan akses ke sejumlah situs administrasi pemerintah daerah.

Pakar keamanan siber menilai kerentanan ini berpotensi berdampak luas karena PHP digunakan oleh banyak situs. Peretas dapat memindai internet untuk menemukan server yang belum diperbarui, termasuk situs kecil dengan sumber daya teknis terbatas.

Pengembang PHP belum merinci seluruh versi yang terdampak, tetapi sejumlah pejabat memperingatkan bahwa versi PHP 5 ke atas berpotensi terpengaruh. Pengelola situs disarankan segera memeriksa sistem dan memasang pembaruan keamanan yang sesuai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.