Tekno

Ini Faktor yang Dipertimbangkan Konsumen Sebelum Membeli Mobil Listrik

Winna Wandayani | 30 Oktober 2026, 14:37 WIB
Ini Faktor yang Dipertimbangkan Konsumen Sebelum Membeli Mobil Listrik
BYD M6 DM dan DANZA NEW D9 (Haka Auto)

AKURAT.CO Konsumen memiliki sejumlah pertimbangan sebelum membeli mobil listrik. Faktor tersebut meliputi harga, jarak tempuh, biaya operasional, kenyamanan, hingga kemudahan pengisian daya.

Pola penggunaan kendaraan juga memengaruhi keputusan pembelian. Pengguna di perkotaan membutuhkan kendaraan praktis, sedangkan pengendara antarkota lebih memperhatikan jarak tempuh dan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

General Manager Marketing, Aftersales & Customer Experience Haka Auto, Muhammad Shobirin, menyebut kebutuhan mobilitas menjadi pertimbangan utama konsumen. Pilihan kendaraan listrik perlu disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.

"Kendaraan listrik yang tepat bukan sekadar yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan yang paling sesuai dengan pola penggunaan, anggaran dan kebutuhan masing-masing," ujarnya kepada Akurat.co, Jumat (30/10/2026).

Selain harga pembelian, konsumen perlu memperhitungkan biaya kepemilikan jangka panjang. Biaya energi, perawatan berkala dan penggantian komponen turut memengaruhi pengeluaran.

Kemudahan pengisian daya juga menjadi perhatian konsumen. Terutama bagi pengguna yang belum memiliki fasilitas pengisian di rumah atau tinggal di wilayah dengan SPKLU terbatas.

BYD telah memperkenalkan Blade Battery 2.0 yang kompatibel dengan Flash Charging (teknologi pengisian daya cepat) pada kendaraan tertentu. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar lima menit.

Sementara itu, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim membutuhkan sekitar sembilan menit dalam kondisi lingkungan normal. Namun, teknologi tersebut memerlukan kendaraan dan fasilitas pengisian yang kompatibel.

HAKA Auto menyebut konsumen masih mengkhawatirkan jarak tempuh, daya tahan baterai dan biaya penggantiannya. Ketersediaan bengkel serta layanan purnajual juga menjadi pertimbangan sebelum membeli mobil listrik.

"Beberapa kekhawatiran yang kerap menjadi bahan pertimbangan konsumen adalah jarak tempuh, ketersediaan SPKLU, waktu pengisian daya, daya tahan baterai, biaya penggantian baterai, serta kesiapan layanan purnajual," jelas Shobirin.

Untuk perjalanan antarkota, teknologi Dual Mode (DM) BYD turut menjadi salah satu alternatif. Sistem ini menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran internal (mesin berbahan bakar bensin).

Selain teknologi, konsumen juga perlu memperhatikan kesiapan layanan purnajual. Ketersediaan teknisi, suku cadang, garansi dan bengkel menjadi bagian dari pertimbangan tersebut.

Dengan berbagai faktor itu, keputusan membeli mobil listrik perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Harga, kemampuan baterai, biaya penggunaan dan infrastruktur pengisian daya menjadi aspek yang perlu diperhitungkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.