Lamborghini Tunda Mobil Listrik Pertama hingga Setelah 2030, Lanzador Beralih Jadi Hybrid

AKURAT.CO Lamborghini kembali mengubah strategi elektrifikasinya dengan menunda peluncuran mobil listrik (EV) pertama hingga setelah 2030. Sementara itu, Lamborghini Lanzador yang sebelumnya diperkenalkan sebagai EV kini dipastikan hadir sebagai mobil plug-in hybrid (PHEV).
Perubahan tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Produk Urus dan Lanzador, Stefano Cossalter. Ia menyebut keputusan itu diambil karena permintaan pasar terhadap mobil listrik Lamborghini masih sangat rendah.
Menurut Cossalter, mayoritas pelanggan Lamborghini belum siap beralih ke kendaraan listrik sepenuhnya. Karena itu, perusahaan memilih mempertahankan mesin hybrid sambil menunggu perkembangan pasar.
Selain faktor pasar, Lamborghini juga menilai teknologi kendaraan listrik belum mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang sesuai dengan karakter mereknya. Meski EV menawarkan tenaga dan torsi instan, perusahaan merasa masih ada aspek emosional yang belum tergantikan.
"Kami percaya bahwa saat ini teknologinya masih belum cukup matang," kata Stefano Cossalter. Dikutip dari Electrek, Minggu (19/7/2026), Ia juga menegaskan bahwa konsumen Lamborghini saat ini belum menunjukkan minat yang besar terhadap mobil listrik murni.
Lanzador versi produksi diperkirakan baru akan meluncur menjelang akhir dekade ini. Mobil tersebut disebut bakal mengusung mesin V8 4.0 liter twin-turbo plug-in hybrid yang digunakan pada Lamborghini Urus.
Ini bukan kali pertama Lamborghini mengubah rencana untuk Lanzador. Sebelumnya, jadwal peluncuran model tersebut sudah beberapa kali mundur sebelum akhirnya konsep mobil listriknya dibatalkan.
Cossalter juga memastikan Lamborghini belum memiliki rencana menghadirkan Urus versi listrik. Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan pengembangan teknologi baterai, kimia sel dan perangkat lunak sebagai persiapan untuk masa depan.
Di saat Lamborghini menunda kehadiran EV, sejumlah pesaing justru terus memperluas lini kendaraan listriknya. Porsche telah menghadirkan Cayenne listrik, sementara Ferrari dan Bentley juga tengah menyiapkan model EV pertama.
Produsen lain seperti BYD melalui merek Yangwang serta Rimac juga semakin memperkuat posisi di segmen mobil listrik berperforma tinggi. Kondisi tersebut membuat persaingan di pasar supercar listrik diperkirakan akan semakin ketat sebelum Lamborghini akhirnya meluncurkan EV pertamanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Rekomendasi Laptop untuk Content Creator, Ini Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan
- 2TikTok Makin Mengandalkan AI, Cara Iklan Menjangkau Pengguna Ikut Berubah
- 3Hyundai Tucson Terbaru Hadir dengan Hybrid dan Asisten AI
- 4Harga BBM Pertamina Masih Stabil, Pertamax Rp15.950 per Liter
- 5Samsung Galaxy A18 Resmi Dijual di Indonesia, Berikut Rincian Harganya
- 65 Cara Menghemat Kuota YouTube Tanpa Berhenti Menonton Video
- 7WhatsApp Bisa Menelepon Orang Tanpa Akun, Begini Caranya
- 8Microsoft Peringatkan AI Agent Bisa Jadi Ancaman Keamanan Perusahaan
- 9Tesla Roadster Terbaru Bisa Berputar di Udara, Produksi Mulai 2028
- 10Tips Aman Menggunakan AI untuk Membuat CV Lamaran Kerja









