Huawei Prediksi Chip Ascend Dominasi Pelatihan AI China pada 2027

AKURAT.CO Huawei memperkirakan penggunaan infrastruktur komputasi kecerdasan buatan (AI) akan meningkat pesat di China mulai 2027. Perusahaan melihat chip Ascend semakin banyak digunakan untuk kebutuhan pelatihan model AI domestik.
Rotating Chairman Huawei, Eric Xu Zhijun, menyebut sebagian besar pelatihan model AI nantinya dapat berjalan menggunakan sistem SuperPoD atau SuperCluster berbasis Ascend 950DT. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi Huawei Connect 2026 di Shanghai.
"Saya yakin bahwa mulai tahun depan, banyak pelatihan model AI akan berbasis pada SuperPoD atau SuperCluster yang menggunakan Ascend 950DT," kata Eric Xu.
Menurut Xu, chip Ascend Huawei telah melampaui Nvidia dalam pangsa pasar domestik China. Namun, Huawei tidak memberikan angka spesifik mengenai pangsa pasar yang dimaksud.
Huawei mengembangkan infrastruktur komputasi AI sendiri di tengah pembatasan ekspor teknologi semikonduktor canggih dari Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini membatasi akses perusahaan China terhadap sejumlah chip AI buatan perusahaan seperti Nvidia.
Di sisi lain, Nvidia kembali mengirim prosesor H200 ke China setelah memperoleh izin berdasarkan aturan lisensi baru dari pemerintah AS. Pengiriman tersebut dilakukan setelah Nvidia mengalami pembatasan akses pasar China selama beberapa bulan.
Penjualan H200 ke China sejauh ini masih memiliki kontribusi kecil terhadap bisnis Nvidia. Pendapatan tersebut tercatat kurang dari 1 persen dari pendapatan pusat data Nvidia pada kuartal kedua.
Xu mengatakan chip Ascend tetap diminati pelanggan di China. Menurutnya, kemampuan Ascend masih berbeda dengan sejumlah pesaing, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat (18/9/2026).
"Meskipun mungkin terdapat sejumlah kesenjangan antara Ascend dan beberapa pesaingnya, Ascend menawarkan dukungan terbaik bagi pelanggan di Tiongkok daratan," ujarnya.
Menurut Xu, faktor geopolitik menjadi salah satu alasan perusahaan China memilih Ascend. Strategi menggunakan beberapa pemasok juga membuat pelanggan tidak bergantung pada satu produsen chip AI saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1REDMI Note 17 dan REDMI Note 17 5G Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp3,9 Jutaan
- 2China Bangun Data Center Bawah Laut dengan 2.000 Server
- 3Kia PV7 Debut, Van Listrik Jumbo Bisa Angkut 9 Penumpang
- 4Email Phishing Menyamar Jadi Notifikasi Zoom dan DocuSign
- 5Gadget Bekas Makin Diminati, Apa yang Membuatnya Menarik?
- 6Nvidia Bangun Digital Twin Bumi untuk Simulasikan Risiko Cuaca Ekstrem
- 7Geely EX5 Terbaru Punya Frunk Besar dan Tenaga 329 HP
- 8Tips Android: Cara Backup Data HP agar Mudah Dipulihkan Saat Ganti Perangkat
- 9Freelander 8 Pecahkan Rekor Guinness di Tibet, Ini Teknologinya
- 10Mengapa Kebakaran Baterai Mobil Listrik Sulit Dipadamkan? Ini Cara Mengatasinya







