Gadget Bekas Makin Diminati, Apa yang Membuatnya Menarik?

AKURAT.CO Pasar gadget bekas dan refurbished semakin menarik karena harganya lebih rendah dari produk baru. Konsumen juga bisa mendapatkan ponsel flagship tanpa membayar harga saat pertama dirilis.
Dikutip dari TechRadar, Rabu (16/9/2026), pasar smartphone bekas global tumbuh 5 persen pada 2025. Permintaan tersebut salah satunya didorong oleh konsumen yang mencari perangkat dengan harga lebih terjangkau.
Gadget bekas juga memberikan akses ke perangkat premium dengan harga yang lebih ramah. Harga flagship biasanya turun setelah beberapa generasi baru diluncurkan.
Perangkat lama dengan spesifikasi tinggi pun masih bisa menjadi pilihan untuk kebutuhan sehari-hari. Chipset kencang, kamera berkualitas dan fitur premium masih tersedia pada sejumlah flagship bekas.
Tren ini turut dipengaruhi oleh masa penggunaan smartphone yang semakin panjang. Konsumen kini cenderung mempertahankan ponsel lebih lama karena peningkatan antargenerasi tidak selalu dianggap cukup signifikan.
Selain harga, faktor lingkungan turut mendorong pasar perangkat bekas. Penggunaan kembali smartphone dapat memperpanjang masa pakai sekaligus mengurangi kebutuhan produksi perangkat baru.
Namun, gadget bekas tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Kondisi baterai, riwayat servis, keaslian komponen, garansi dan keamanan akun harus diperiksa sebelum membeli.
TechRadar mencatat baterai, kondisi fisik dan garansi masih menjadi kekhawatiran saat membeli perangkat refurbished. Karena itu, pembeli perlu memastikan kondisi perangkat sebelum tergiur harga murah.
Daya tarik gadget bekas terletak pada harga dan pilihan model yang lebih beragam. Konsumen juga bisa mendapatkan spesifikasi tinggi dengan biaya yang lebih rendah.
Meski begitu, harga bukan satu-satunya faktor yang perlu dihitung. Usia perangkat dan kondisi keseluruhan juga penting agar pembelian tidak menimbulkan biaya tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terpopuler
- 1Apple Naikkan Harga Sejumlah iPhone Setelah iPhone 18 Meluncur
- 2Apple Watch Series 12 dan Ultra 4 Bawa Sistem Kesehatan Lebih Canggih
- 3Sam Altman dan Elon Musk Dukung Perlambatan Pengembangan AI
- 4Pengguna Chrome Diminta Segera Restart Browser, Begini Caranya
- 5iPhone Lipat Apple Diprediksi Bisa Ubah Standar Smartphone
- 6Apple Rilis AirPods 5 dengan ANC Lebih Kuat dan Fitur AI
- 7China Bangun Data Center Bawah Laut dengan 2.000 Server
- 8Bos Instagram Sebut Feed Kronologis Bikin Pengalaman Pengguna Lebih Buruk
- 9Geely EX5 Terbaru Punya Frunk Besar dan Tenaga 329 HP
- 10Mengapa Kebakaran Baterai Mobil Listrik Sulit Dipadamkan? Ini Cara Mengatasinya




