Tekno

Kapan Malam Nifsu Syaban 2024?Apa Saja Amalan dan Keistimewaannya

Tiara Juliyanti Putri | 19 Februari 2024, 07:50 WIB
Kapan Malam Nifsu Syaban 2024?Apa Saja Amalan dan Keistimewaannya

Tekno.akurat.co - Kapan Malam Nifsu Syaban 2024? Lakukan Amalan Ini dan Keistimewaannya harus kalian ketahui sebagai orang muslim.

Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang memiliki kemuliaan atau keistimewahan dimana pada malam tersebut 300 pintu rahmat dan pengampunan Allah SWT dibuka.

Lantas kapan malam nifsu syaban 2024?, perlu diketahui jika malam NIsfu Syaban jatuh pada malam ke-15 bulan syaban dalam kalender Hijriah.

Nah buat kalian yang penasaran dan juga ingin tahu lebih detail mengenai kapan malam nifsu syaban 2024? dan apa sih keistimewaannya serta amalan apa yang harus dilakukan? simak selengkapnya dibawah.

Kapan Malam Nisfu Syaban 2024?

Berpegang pada pengumuman Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LFPBNU) nomor 015/LF-PBNU/11/2025, awal bulan Syaban jatuh pada 11 Februari 2024.

Itu artinya jika malam Nisfu Syaban jatuh pada Ahad, 25 Februari 2024. Terhitung sejak matahari tenggelam di hari Sabtu, 24 Februari 2023 dan itu sudah pertengahan bulan Syaban.

Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Berbukanya Bagi Umat Muslim Yang Mau Menjalankan Sunah Nabi

Amalam Malam Nisfu Syaban

Ada beberapa amalan yang bisa kalian lakukan pada saat malam nisfyu syaban khusus bagi orang muslim, berikut ini beberapa amalannya.

1. Perbanyak Doa

Pada bulan Syaban itu terdapat banyak sekali keistimewahaannya salah satunya yakni dibukanya pintu pengampunan oleh Allah SWT, oleh karenanya sudah selayaknya kita memperbanyak doa dan meminta ampun kepada Sang Pencipta.

Anjuran ini ada di dalam hadis riwayat Abu Bakar bahwa Rasulullah SAW bersabda :

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

2. Membaca Dua Kalimat Syahadat

Amalan yang bisa kalian lakukan pada malam Nisfu Syaban selain memperbanyak doa juga harus membaca dua kaliaman syahadat sebanyak-banyaknya.

Karena dua kaliamat syahadat merupakan kalimat yang mulia dan bermakna pengakuan iman seorang muslim terhadap keesaan Allah SWT dan juga kenabian Bagina Nabi Muhammad SAW. 

Sebagaimana Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan bahwa “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat”

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".

Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

3. Perbanyak Istighfar

Amalan yang juga bisa kalian lakukan ketika malam Nisfu Syaban yakni harus memperbanyak istigfar, karena memang kita sebagai manusia sudah tentu banyak berbuat dosa baik itu di sengaja ataupun tidak.

Menurut Sayyid Muhammad bin Alwi yang mengungkapkan jika istighfar adalah amalan utama bagi orang islam, terlebih pada malam-malam yang terdapat banyak keistimewaan seperti malam Nisfu Syaban.

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

 

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Sebagai malam yang penuh keberkahan, ada beberapa keistimewaan malam Nisfu Syaban dikutip dari laman nu.or.id, yakni:

Syekh Abdullah menyebutkan dalil-dalil yang menjadi dasar keutamaan malam Nisfu Sya’ban tersebut baik berbentuk hadis maupun atsar sahabat.

Hadis

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Artinya: “Ketika malam Nisfu Sya’ban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: “Ingatlah orang yang memohon ampunan kepadaKu maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada–Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada–Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba.”

Sementara atsar yang dikutip Syekh Abdullah adalah riwayat Nauf al-Bikali, dia berkata, “Sungguh Ali pada malam Nishfu Sya’ban beliau keluar (dari rumah) dan mengulanginya berkali-kali seraya melihat ke langit. Beliau berkata:

Atsar Sahabat

 إِنَّ هٰذِهِ السَّاعَةَ مَا دَعَا اللهُ أَحَدٌ إِلَّا أَجَابَهُ، وَلَا اسْتَغْفَرَهُ أَحَدٌ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ إِلَّا غَفَرَ لَهُ، مَا لَمْ يَكُنْ عَشَّارًا أَوْ سَاحِرًا أَوْ شَاعِرًا أَوْ كَاهِنًا أَوْ عَرِيفًا أَوْ شَرْطِيًّا أَوْ جَابِيًا أَوْ صَاحِبَ كُوبَةٍ أَوْ غَرْطَبَةٍ. اَللهم رَبَّ دَاوُدَ اغْفِرْ لِمَنْ دَعَاكَ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَكَ فِيهَا.

Artinya: “Sungguh saat ini tidaklah seseorang berdoa kepada Allah melainkan akan Ia kabulkan, tidaklah seseorang memohon ampunan kepada–Nya pada malam ini melainkan Ia akan mengampuninya, selama ia bukan seorang ‘asysyar (penarik pungutan liar), tukang sihir, tukang syair, tukang ramal, pengurus pemerintahan suatu daerah, tentara pilihan penguasa, penarik zakat, pemukul genderang dan tambur.”

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.