Elon Musk Dilibatkan Pentagon untuk Tentukan Teknologi Perang Masa Depan AS

AKURAT.CO Elon Musk mendapat peran baru dalam pemerintahan Donald Trump. Musk ditunjuk untuk membantu Pentagon memetakan teknologi dan kemampuan militer yang dinilai akan dibutuhkan Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi perang di masa depan.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari Project Meridian, inisiatif Pentagon yang bertugas memprediksi perkembangan peperangan hingga beberapa dekade mendatang. Proyek ini dipimpin bersama pendiri Anduril Industries Palmer Luckey dan mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich.
Menteri Perang AS, Pete Hegseth, mengatakan Project Meridian akan bekerja selama 120 hari. Tim tersebut akan memetakan perkembangan konflik, wilayah peperangan baru, serta teknologi yang berpotensi menentukan kemampuan militer AS.
"Ranah yang harus kita taklukkan dan kemampuan yang harus kita kuasai," kata Hegseth, dikutip dari Fox News, Rabu (7/10/2026).
Cakupan proyek ini cukup luas, mulai dari teknologi di bawah permukaan Bumi hingga wilayah luar angkasa. Hasil kajian nantinya akan dipublikasikan, sementara sejumlah informasi tertentu akan dimasukkan dalam laporan rahasia.
Musk dan Luckey dipilih karena memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi untuk kebutuhan militer. Keduanya juga terlibat dalam perusahaan yang bekerja di sektor pertahanan Amerika Serikat.
SpaceX milik Musk diketahui menjadi salah satu kontraktor Pentagon. Sementara itu, Anduril yang didirikan Luckey mengembangkan sistem pertahanan berbasis teknologi otonom.
Keterlibatan keduanya turut memunculkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan. Sebab, perusahaan yang dipimpin Musk dan Luckey memiliki kepentingan bisnis di sektor pertahanan AS.
Project Meridian juga menjadi bagian dari upaya Pentagon mempercepat penggunaan teknologi otonom dan robot. Hegseth turut mengumumkan pembentukan Autonomous Warfare Command untuk memperkuat kemampuan tersebut.
Pentagon juga akan menyiapkan jalur karier khusus bagi personel yang menangani teknologi perang otonom. Upaya ini ditujukan agar militer AS dapat mengikuti perkembangan teknologi di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mobil Listrik Mungil Ini Punya Desain Mirip Toyota Alphard, Tenaganya Cuma 5 HP
- 2Galaxy S27 Ultra Bocor, Samsung Siapkan Empat Warna Baru?
- 3Lenovo Watch Fit 3 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED
- 4Gemini AI Bantu Rapikan Inbox Gmail yang Penuh Email Tak Terbaca
- 5Cara Melacak HP Android yang Hilang dengan Fitur Find My Device
- 6Mercedes-Benz Pangkas Sejumlah Mobil Listrik Mulai 2027
- 7NASA Uji Coba Robot AI yang Bisa Bekerja Mandiri untuk Menjelajahi Mars
- 8POCO F9 Ultra dan F9 Pro Masuk Indonesia, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5
- 9Cara Blokir STNK Mobil Setelah Dijual, Bisa Online dan Offline
- 10Elon Musk Dilibatkan Pentagon untuk Tentukan Teknologi Perang Masa Depan AS






