Starlink Dapat Pengecualian dari Larangan Router Wi-Fi Impor di Amerika Serikat

AKURAT.CO Starlink milik SpaceX mendapat pengecualian sementara dari aturan Amerika Serikat terkait larangan router Wi-Fi buatan luar negeri. Aturan ini berlaku untuk perangkat baru yang akan dijual di AS.
Federal Communications Commission (FCC) mengumumkan pengecualian itu pada Senin (27/7/2026). Izin tersebut berlaku hingga 1 Februari 2028 atau maksimal selama 18 bulan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain Starlink, sejumlah perusahaan teknologi asal AS seperti Netgear dan eero milik Amazon juga menerima pengecualian serupa. Hal ini dilakukan karena sebagian besar produksi perangkat jaringan masih mengandalkan pabrik di kawasan Asia.
Aturan pemerintah AS bertujuan meningkatkan keamanan siber dengan mendorong produksi router dilakukan di dalam negeri. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk model baru sehingga perangkat lama tidak terdampak.
Artinya, Router 3 dan Router Mini milik Starlink tetap dapat diproduksi di Vietnam seperti sebelumnya. Sebaliknya, model router baru harus diproduksi di Amerika Serikat kecuali memperoleh pengecualian dari FCC.
Dikutip dari PCMag, Rabu (29/7/2026), perusahaan yang mengajukan pengecualian wajib menjelaskan rencana mereka untuk memperluas produksi router di AS. Kebijakan SpaceX ini memunculkan dugaan bahwa perusahaan sedang menyiapkan router Wi-Fi generasi terbaru.
SpaceX diduga membutuhkan waktu untuk memindahkan proses manufaktur dari Asia ke Amerika Serikat. Dengan adanya pengecualian, perusahaan memiliki kesempatan menyelesaikan transisi tersebut sebelum aturan diberlakukan penuh.
Awal bulan ini, SpaceX juga meluncurkan antena Starlink V5 yang lebih kecil, ringan dan hemat energi dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, pembaruan firmware terbaru mengindikasikan perusahaan sedang mengembangkan antena portabel Starlink Mini 2.
Saat ini SpaceX memiliki fasilitas produksi di Bastrop, Texas, yang mampu membuat lebih dari 20.000 antena Starlink setiap pekan. Meski begitu, Router 3 dan Router Mini yang beredar masih tercantum sebagai produk buatan Vietnam.
Pemerintah AS berharap kebijakan ini dapat memperkuat sektor manufaktur dalam negeri dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Di sisi lain, sejumlah pihak khawatir biaya produksi akan meningkat sehingga harga router Wi-Fi menjadi lebih mahal bagi konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1REDMI Note 17 dan REDMI Note 17 5G Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp3,9 Jutaan
- 2China Bangun Data Center Bawah Laut dengan 2.000 Server
- 3Kia PV7 Debut, Van Listrik Jumbo Bisa Angkut 9 Penumpang
- 4Email Phishing Menyamar Jadi Notifikasi Zoom dan DocuSign
- 5Gadget Bekas Makin Diminati, Apa yang Membuatnya Menarik?
- 6Nvidia Bangun Digital Twin Bumi untuk Simulasikan Risiko Cuaca Ekstrem
- 7Geely EX5 Terbaru Punya Frunk Besar dan Tenaga 329 HP
- 8Freelander 8 Pecahkan Rekor Guinness di Tibet, Ini Teknologinya
- 9Tips Android: Cara Backup Data HP agar Mudah Dipulihkan Saat Ganti Perangkat
- 10Mengapa Kebakaran Baterai Mobil Listrik Sulit Dipadamkan? Ini Cara Mengatasinya







