Inilah Manfaat dan Keistimewaan Puasa Senin Kamis Yang Harus Diketahui

Tekno.akurat.co - Puasa Senin Kamis merupakan amalan sunnah yang banyak di kerjakan oleh kaum muslim.
Karena memang Puasa itu sendiri merupakan salah satu ibadah yang cukup penting bagi umat Islam.
Puasa itu sendiri sebetulnya tak hanya dilakukan untuk bukan saja dilakukan dalam rangka menahan diri dari hawa nafsu saja namun juga sebagai bentuk ketaatan atas perintah dan anjuran Rasulullah saw.
Dikutip dari laman Nu online, ada 4 keutamaan dari puasa Senin Kamis yang harus kalian ketahui, berikut ini penjelasan lengkapnya.
Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Berbukanya Bagi Umat Muslim Yang Mau Menjalankan Sunah Nabi
Manfaat dan Keistimewaan Puasa Senin Kamis
1. Puasa yang rutin di kerjakan Rasulullah
Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha pernah menyampaikan bahwa Nabi senantiasa puasa di hari Senin dan Kamis. “Nabi selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR Tirmidzi dan Ahmad).
2. Hari penyetoran amal manusia
Senin dan kamis merupakan hari penyetoran amal manusia, sehingga menjadi laporan kebaikan jika mengerjakan puasa.
Dalam hadits, beliau bersabda, “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi).
Syekh Sulaiman al-Bujairami (w. 1806 M) menjelaskan, setiap hari amalan manusia dicatat oleh malaikat sebanyak dua kali, yaitu waktu siang dan malam.
Untuk setiap minggunya, yaitu hari Senin dan Kamis, amal akan disetorkan kepada Allah .
Sementara untuk setiap tahunnya, diesetorkan pada malam Nisfu Sya’ban (Al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami ‘Alal Khotib, juz 2, h. 116).
3. Dibukanya Pintu Surga
Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652)
Jadi alangkah baiknya ketika pintu surga tersebut dibuka kita mengerjakan amal yang baik yakni berpuasa.
4. Hari kelahiran dan kewafatan Nabi Muhammad SAW
Dalam satu hadits dijelaskan: “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku” (HR Muslim: 1162).
Menurut sejarawan Safyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab Rahiq al-Makhtum, Nabi lahir pada hari Senin, tanggal 9 Rabiul Awal. Menurut para pakar, kelahiran Rasulullah bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahun 571 M, sebagaimana hasil analisis ulama besar bernama Muhammad bin Sulaliman al-Manshurfuri dan seorang astrolog (ahli ilmu falak) bernama Mahmud Pasha. Nabi pun wafat pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal 632 M.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Apple Hadirkan MacBook Pro Layar Sentuh, Simak Spesifikasi dan Daftar Harganya
- 2Kebocoran Data Maskapai Asia Meluas, Ratusan Ribu Informasi Penumpang Terancam
- 3CapCut Hadirkan Plugin ChatGPT, Begini Caranya Menyunting Video dengan AI
- 4vivo V80 Lite 5G Resmi Dijual di Indonesia, Usung Baterai 10.000 mAh
- 5Waymo Gandeng Toyota bZ4X untuk Robotaxi, Uji Coba Dimulai 2027
- 6Cara Menghapus Riwayat Pencarian Google di HP dan Laptop, Bisa Otomatis
- 7Kena Tilang ETLE Saat Operasi Patuh 2026? Begini Cara Bayar Dendanya
- 8Google Gemini Kini Bisa Bikin dan Edit PDF, Dokumen, hingga Presentasi Langsung dari Chat
- 9Reddit Akan Batasi Akses Tanpa Akun, Pengunjung Perlu Login
- 10Samsung Perluas Perangkat Rumah Berbasis AI ke 5 Kawasan






