Tekno

Kebocoran Data Maskapai Asia Meluas, Ratusan Ribu Informasi Penumpang Terancam

Winna Wandayani | 1 November 2026, 22:41 WIB
Kebocoran Data Maskapai Asia Meluas, Ratusan Ribu Informasi Penumpang Terancam
Cathay Pacific (cathaypacific.com)

AKURAT.CO Kebocoran data kembali menimpa sejumlah maskapai penerbangan di Asia. Kali ini, Cathay Pacific melaporkan sekitar 53.000 data pemesanan penumpang terdampak akibat akses tanpa izin terhadap sistem reservasi Amadeus IT Group.

Insiden tersebut berlangsung dalam rentang Agustus 2023 hingga September 2026. Informasi yang paling banyak terpapar meliputi kode pemesanan, nama penumpang dan detail penerbangan.

Sebagian kecil data lainnya berpotensi mencakup alamat e-mail, nomor telepon, serta informasi dokumen perjalanan. Cathay Pacific menyampaikan temuan tersebut melalui pernyataan resmi pada 30 Oktober 2026.

Maskapai asal Hong Kong itu mengatakan insiden masih dalam penyelidikan. Meski demikian, kebocoran tersebut tidak berdampak pada sistem internal maupun operasional penerbangannya.

Cathay Pacific bukan satu-satunya maskapai yang terdampak masalah keamanan data Amadeus. Japan Airlines sebelumnya melaporkan sekitar 92.000 catatan pelanggan terekspos akibat serangan siber.

Sementara itu, ANA Holdings mengungkapkan hingga 37.800 informasi penumpang mengalami kebocoran. Korean Air Lines dan maskapai asal Jerman, Condor, juga menyatakan data mereka terdampak.

Belum diketahui apakah masih ada maskapai lain yang mengalami kejadian serupa. Pasalnya, perangkat lunak Amadeus digunakan secara luas oleh berbagai perusahaan penerbangan di dunia.

Lufthansa juga menjalin kemitraan dengan Amadeus pada 2026. Namun, maskapai tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden kebocoran data, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Sabtu (31/10/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.