Serangan Siber AI Bocorkan Jutaan Data Pribadi di Jepang dan Korea Selatan

AKURAT.CO Serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) menyebabkan jutaan data pribadi bocor di Jepang dan Korea Selatan. Peretasan menyasar berbagai sektor, mulai dari perusahaan teknologi, perbankan, hingga layanan transportasi.
Pakar keamanan siber menilai AI mempermudah peretas menemukan celah keamanan dan mencuri data. Serangan tersebut umumnya bertujuan memperoleh keuntungan finansial melalui penjualan informasi di pasar gelap digital.
Jutaan Data Pelanggan Jepang Bocor
Di Jepang, lebih dari 600 insiden siber dilaporkan hingga awal Oktober 2026. Jumlah tersebut melampaui total insiden sepanjang 2025.
Sejumlah perusahaan yang terdampak kebocoran data antara lain:
- SOURCENEXT: 22,51 juta data pelanggan.
- Skyticket: 14,64 juta data.
- Burger King: 11,18 juta data.
- JR East: 6,09 juta data.
- Lawson: 2,15 juta data.
Serangan terhadap penyedia layanan pusat data IDC Frontier juga mengganggu layanan 495 klien perusahaan dan pemerintah daerah. Insiden ini bahkan memengaruhi pengiriman makanan beku dan akses sejumlah situs pemerintah.
Korea Selatan Hadapi Serangan ke Perbankan
Di Korea Selatan, sedikitnya 16 lembaga keuangan mengalami penyusupan pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Insiden tersebut berdampak pada sekitar 100.000 data kontak dan pinjaman nasabah, termasuk pelanggan Shinhan Bank dan KB Kookmin Bank.
Perusahaan keamanan siber CrowdStrike mengaitkan serangan tersebut dengan pelaku ancaman berbahasa Mandarin. Pelaku diduga menggunakan perangkat berbasis AI untuk mengotomatisasi pencarian celah keamanan.
Mengapa Kebocoran Data Berbahaya?
Data yang dicuri tidak selalu berupa kata sandi atau informasi kartu kredit. Nama, alamat, nomor telepon dan alamat email juga dapat digunakan untuk penipuan serta pencurian identitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Serangan Siber AI Bocorkan Jutaan Data Pribadi di Jepang dan Korea Selatan
- 2Meta Didenda Rp451 Triliun akibat Pelanggaran Privasi Data Facebook
- 3Spotify Luncurkan Memberships, Kreator Podcast Bisa Raup 90 Persen Pendapatan
- 4Huawei Nova 16s Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11 Jutaan
- 5Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma Media Sosial
- 6Laptop AI atau Laptop Biasa, Mana yang Lebih Worth It untuk Dibeli?
- 7Xbox Kenakan Biaya Tambahan untuk Streaming Game yang Sudah Dibeli
- 8Instagram Hadir di Apple TV, Pengguna Bisa Nonton Reels di Layar Besar
- 9BYD Ti 9 Meluncur November 2026, SUV Hybrid Punya Jarak Tempuh 1.600 Km








