Tekno

Serangan Siber AI Bocorkan Jutaan Data Pribadi di Jepang dan Korea Selatan

Winna Wandayani | 25 Oktober 2026, 22:29 WIB
Serangan Siber AI Bocorkan Jutaan Data Pribadi di Jepang dan Korea Selatan
Ilustrasi Malware (Pexels)

AKURAT.CO Serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) menyebabkan jutaan data pribadi bocor di Jepang dan Korea Selatan. Peretasan menyasar berbagai sektor, mulai dari perusahaan teknologi, perbankan, hingga layanan transportasi.

Pakar keamanan siber menilai AI mempermudah peretas menemukan celah keamanan dan mencuri data. Serangan tersebut umumnya bertujuan memperoleh keuntungan finansial melalui penjualan informasi di pasar gelap digital.

Jutaan Data Pelanggan Jepang Bocor

Di Jepang, lebih dari 600 insiden siber dilaporkan hingga awal Oktober 2026. Jumlah tersebut melampaui total insiden sepanjang 2025.

Sejumlah perusahaan yang terdampak kebocoran data antara lain:

- SOURCENEXT: 22,51 juta data pelanggan.

- Skyticket: 14,64 juta data.

- Burger King: 11,18 juta data.

- JR East: 6,09 juta data.

- Lawson: 2,15 juta data.

Serangan terhadap penyedia layanan pusat data IDC Frontier juga mengganggu layanan 495 klien perusahaan dan pemerintah daerah. Insiden ini bahkan memengaruhi pengiriman makanan beku dan akses sejumlah situs pemerintah.

Korea Selatan Hadapi Serangan ke Perbankan

Di Korea Selatan, sedikitnya 16 lembaga keuangan mengalami penyusupan pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Insiden tersebut berdampak pada sekitar 100.000 data kontak dan pinjaman nasabah, termasuk pelanggan Shinhan Bank dan KB Kookmin Bank.

Perusahaan keamanan siber CrowdStrike mengaitkan serangan tersebut dengan pelaku ancaman berbahasa Mandarin. Pelaku diduga menggunakan perangkat berbasis AI untuk mengotomatisasi pencarian celah keamanan.

Mengapa Kebocoran Data Berbahaya?

Data yang dicuri tidak selalu berupa kata sandi atau informasi kartu kredit. Nama, alamat, nomor telepon dan alamat email juga dapat digunakan untuk penipuan serta pencurian identitas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.