Tekno

Alasan Mengapa HP Bisa Mengenali Wajah Pemiliknya Meski Berada di Tempat Gelap

Yusuf Tirtayasa | 8 November 2026, 12:07 WIB
Alasan Mengapa HP Bisa Mengenali Wajah Pemiliknya Meski Berada di Tempat Gelap
Ilustrasi, kebiasaan sepele yang bisa membuat HP rentan disadap - Canva

AKURAT.CO Membuka kunci smartphone hanya dengan melihat layar sudah menjadi hal biasa bagi banyak pengguna. Menariknya, sejumlah HP tetap mampu mengenali wajah pemiliknya meskipun berada di ruangan minim cahaya.

Kemampuan ini bukan sekadar hasil kecanggihan kamera depan, melainkan melibatkan teknologi pengenalan wajah dan sensor tambahan yang bekerja bersama.

Cara setiap smartphone mengenali wajah juga tidak selalu sama. Ada perangkat yang mengandalkan kamera biasa dengan bantuan perangkat lunak, sementara model tertentu menggunakan sensor inframerah untuk membaca karakteristik wajah.

Perbedaan teknologi tersebut memengaruhi kecepatan, kondisi penggunaan, dan tingkat keamanan sistem penguncian.

Kamera Biasa dan Sensor Inframerah Punya Cara Kerja Berbeda

Sistem pengenalan wajah sederhana biasanya menggunakan kamera depan untuk menangkap gambar wajah. Perangkat lunak kemudian menganalisis sejumlah karakteristik visual, seperti posisi mata, hidung, mulut, dan bentuk wajah.

Agar tetap bekerja dalam kondisi gelap, beberapa perangkat menggunakan iluminator inframerah. Sensor ini memancarkan cahaya inframerah yang tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi dapat ditangkap oleh kamera khusus.

Teknologi tersebut membantu sistem membaca wajah meskipun pencahayaan ruangan sangat rendah. Karena tidak sepenuhnya bergantung pada cahaya tampak, proses pengenalan dapat tetap berjalan dalam kondisi yang sulit bagi kamera biasa.

Pada perangkat dengan sistem pemetaan kedalaman, sensor tambahan juga dapat membantu membedakan bentuk tiga dimensi wajah. Teknologi ini berbeda dari pengenalan wajah dua dimensi yang hanya menganalisis gambar.

Tidak Semua Fitur Face Unlock Memiliki Tingkat Keamanan Sama

Kemampuan membuka kunci dalam kondisi gelap tidak otomatis berarti sistem tersebut lebih aman. Faktor keamanan bergantung pada teknologi sensor, metode pengolahan data, dan mekanisme verifikasi yang digunakan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.