OpenAI Perluas Fitur ChatGPT Health untuk Semua Pengguna

AKURAT.CO OpenAI resmi memperluas akses fitur ChatGPT Health bagi seluruh pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat. Fitur ini tersedia untuk semua pelanggan, mulai dari paket gratis hingga Go, Plus dan Pro di platform web serta iOS.
Peluncuran tersebut dilakukan sehari setelah OpenAI menghadapi gugatan dari seorang pendeta di Florida. Gugatan itu muncul karena ChatGPT disebut memberikan saran terkait kesehatan yang dinilai membahayakan dan membuat pengguna tidak segera berkonsultasi dengan dokter.
ChatGPT Health pertama kali diuji coba pada Januari 2026 melalui pusat layanan khusus. Saat itu, pengguna dapat menghubungkan data kesehatan pribadi dari layanan seperti Apple Health, Function, serta MyFitnessPal.
Kini, integrasi tersebut diperluas dengan dukungan rekam medis dari sistem rumah sakit seperti Epic dan Oracle Health, serta platform kesehatan seperti One Medical dan Function Health. Pengguna dapat memanfaatkan data tersebut untuk memperoleh jawaban yang lebih relevan.
OpenAI mengungkapkan jumlah pertanyaan terkait kesehatan yang diajukan ke ChatGPT meningkat dari sekitar 230 juta menjadi 300 juta setiap pekan. Selama masa uji coba, sekitar 70 persen pertanyaan kesehatan ternyata diajukan melalui percakapan biasa, bukan melalui halaman khusus ChatGPT Health.
Karena itu, OpenAI kini mengizinkan informasi kesehatan yang telah terhubung digunakan di seluruh percakapan ChatGPT. Misalnya, pengguna dapat menanyakan makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan atau alergi yang dimiliki tanpa harus membuka menu khusus.
Dikutip dari situs resminya, Jumat (24/7/2026), OpenAI mengklaim model AI terbarunya semakin baik dalam menjawab pertanyaan kesehatan. GPT 5.6-Luna disebut memiliki performa lebih tinggi dibanding GPT 5.5 berdasarkan pengujian HealthBench.
Meski demikian, OpenAI menegaskan ChatGPT bukan alat untuk mendiagnosis maupun mengobati penyakit. Perusahaan juga menyatakan tidak menggunakan data kesehatan pengguna untuk melatih model AI dan terus bekerja sama dengan tenaga medis guna meningkatkan kualitas jawabannya.
OpenAI mengingatkan pengguna agar selalu memverifikasi informasi yang diberikan ChatGPT sebelum mengambil keputusan medis. Keputusan terkait diagnosis maupun pengobatan tetap disarankan berdasarkan konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Sejumlah penelitian menunjukkan chatbot AI belum sepenuhnya dapat diandalkan untuk memberikan saran medis. Meski begitu, OpenAI, Anthropic dan Google tetap mengembangkan fitur AI kesehatan dengan peningkatan keamanan dan akurasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Apple Hadirkan MacBook Pro Layar Sentuh, Simak Spesifikasi dan Daftar Harganya
- 2Kebocoran Data Maskapai Asia Meluas, Ratusan Ribu Informasi Penumpang Terancam
- 3CapCut Hadirkan Plugin ChatGPT, Begini Caranya Menyunting Video dengan AI
- 4vivo V80 Lite 5G Resmi Dijual di Indonesia, Usung Baterai 10.000 mAh
- 5Cara Menghapus Riwayat Pencarian Google di HP dan Laptop, Bisa Otomatis
- 6Waymo Gandeng Toyota bZ4X untuk Robotaxi, Uji Coba Dimulai 2027
- 7OpenAI Perbarui Model Spec, Tetapkan Lima Prinsip untuk Mengatur Perilaku AI
- 8Kena Tilang ETLE Saat Operasi Patuh 2026? Begini Cara Bayar Dendanya
- 9Bluetooth HP Terus Menyala Sendiri? Periksa Fitur Pemindaian Ini
- 10Reddit Akan Batasi Akses Tanpa Akun, Pengunjung Perlu Login









