Tekno

Meta Dituduh Sengaja Bikin Anak Kecanduan Facebook dan Instagram Demi Raup Keuntungan

Winna Wandayani | 22 Agustus 2026, 09:40 WIB
Meta Dituduh Sengaja Bikin Anak Kecanduan Facebook dan Instagram Demi Raup Keuntungan
Ilustrasi Meta (Freepik)

AKURAT.CO Meta Platforms dituduh sengaja merancang Facebook dan Instagram agar anak-anak dan remaja terus menggunakannya demi keuntungan. Tuduhan tersebut muncul dalam gugatan yang diajukan 29 negara bagian Amerika Serikat.

California, Colorado, Kentucky, hingga New Jersey menjadi negara bagian yang memimpin gugatan tersebut. Keempat negara bagian itu menilai desain kedua platform mendorong penggunaan berlebihan dan berdampak pada kesehatan mental pengguna muda.

Para penggugat juga menuduh Meta melanggar hukum federal terkait pengumpulan data pribadi anak. Pihak penggugat meminta Meta bertanggung jawab dan mengubah cara Facebook serta Instagram beroperasi.

Negara bagian menilai model bisnis Meta berupaya mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Pihak negara bagian juga menuduh Meta mengetahui risiko penggunaan platform terhadap anak, tetapi tidak mengambil langkah yang cukup.

Meta membantah tuduhan tersebut melalui pengacaranya, Paul Schmidt. Ia mengatakan belum ada bukti yang menunjukkan hubungan jelas antara penggunaan media sosial dan menurunnya kesejahteraan remaja.

"Mereka tidak yakin akan berhasil jika orang-orang tidak menyukai layanan mereka," kata Schmidt, dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2026).

Meta Terancam Denda Besar

Jika Meta dinyatakan bertanggung jawab, hakim dapat menjatuhkan denda kepada perusahaan. Hakim juga bisa memerintahkan perubahan pada Facebook dan Instagram.

Negara bagian meminta Meta menghapus fitur jumlah tanda suka dan infinite scroll. Pihak penggugat juga meminta batas waktu penggunaan bagi pengguna muda serta aturan lebih ketat untuk anak di bawah 13 tahun.

Mantan insinyur keamanan Meta, Arturo Bejar, menjadi saksi pertama dalam persidangan. Ia mengatakan beberapa fitur, termasuk Reels, diluncurkan tanpa mempertimbangkan aspek keamanan secara memadai.

Bejar sebelumnya juga mengkritik sistem keamanan anak di Meta. Ia menilai perusahaan terlalu longgar dalam menangani anak di bawah 13 tahun di platformnya.

Meta sempat berupaya mencegah Bejar memberikan kesaksian dalam persidangan. Namun, hakim menolak permintaan tersebut dan tetap mengizinkan keterangannya digunakan.

Persidangan di pengadilan federal Oakland, California, dijadwalkan berlangsung selama enam minggu. Mark Zuckerberg dan kepala Instagram Adam Mosseri juga diperkirakan akan memberikan kesaksian.

Gugatan tersebut diajukan pada 2023 setelah mantan karyawan Meta, Frances Haugen, mengungkap kekhawatiran terkait keamanan anak. Kasus ini dapat memengaruhi kebijakan Meta dan perusahaan media sosial lain dalam melindungi pengguna muda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.