Zuckerberg Nilai Larangan AI China Bukan Solusi, AS Diminta Perkuat Daya Saing

AKURAT.CO CEO Meta, Mark Zuckerberg, menilai Amerika Serikat tidak perlu memblokir model kecerdasan buatan (AI) asal China untuk memenangkan persaingan teknologi. Menurutnya, hal itu bukan solusi efektif untuk menjaga daya saing AI Amerika.
Dikutip dari Financial Times, Jumat (31/7/2026), Zuckerberg mengatakan perusahaan-perusahaan AS sebaiknya lebih fokus mengatasi hambatan dalam pengembangan teknologi. Dengan begitu, mereka dinilai dapat bersaing lebih baik dengan perusahaan AI dari China.
Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah AS semakin meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan teknologi China. Washington juga menuduh sejumlah perusahaan China diduga memperoleh teknologi Amerika secara tidak sah.
Perdebatan mengenai AI China kembali menguat setelah perusahaan asal Beijing, Moonshot AI, meluncurkan model Kimi K3. Model tersebut menarik perhatian karena memiliki kemampuan pemrograman yang dinilai cukup kompetitif.
Kemajuan Kimi K3 memicu pertanyaan di kalangan pejabat AS mengenai apakah pengembang China meniru model AI buatan Amerika atau berhasil mengejar ketertinggalan melalui riset mereka sendiri.
Di sisi lain, pemerintahan Presiden Donald Trump membatasi impor robot dan inverter listrik baru dari China. Kebijakan itu ditujukan untuk melindungi pengembangan AI Amerika dan mengurangi ketergantungan pada industri China.
Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan perusahaan China berpotensi dikenai sanksi atau masuk ke Entity List Departemen Perdagangan AS. Daftar tersebut membatasi akses perusahaan terhadap teknologi Amerika.
Saat dimintai tanggapan mengenai wawancara tersebut, Meta tidak memberikan komentar tambahan. Perusahaan hanya merujuk pada opini yang sebelumnya ditulis Zuckerberg di The Wall Street Journal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oppo A7 Pro Series 5G Hadir di Indonesia Bawa Baterai hingga 10.000 mAh
- 2Chrome Menyimpan Banyak Data di HP, Begini Cara Membersihkannya
- 3Google Drive Penuh? Begini Cara Menemukan File yang Paling Banyak Memakan Ruang
- 410 Rekomendasi HP Android Bekas yang Masih Bertenaga
- 5Oppo K14 Plus Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh
- 6HMD 106 Pure Muncul dengan Baterai Lepas dan Harga Rp210 Ribuan
- 7AI Makin Masuk ke Dunia Bisnis, Ini yang Perlu Dipertimbangkan CEO
- 8HP Sering Hang Padahal Aplikasi Sedikit? Ini yang Perlu Dicek
- 9Instagram Hadirkan Efek Pixel, Bisa Samarkan Wajah untuk Soft Launch Hubungan
- 10Instagram Bikin AI yang Bisa Membaca Performa Video Kreator









