Tekno

Mengungkap Misteri, Apa Maksud dari Pusat Data Nasional Sementara Dienkripsi Hacker?

Ananda Hartono | 26 Juni 2024, 19:48 WIB
Mengungkap Misteri, Apa Maksud dari Pusat Data Nasional Sementara Dienkripsi Hacker?

Tekno.akurat.co-Keamanan data menjadi salah satu aspek terpenting yang harus diperhatikan oleh semua pihak, terutama oleh lembaga pemerintah dan perusahaan besar.

Salah satu ancaman yang kerap menghantui adalah serangan siber, yang bisa berupa berbagai macam metode, salah satunya adalah enkripsi oleh hacker.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa yang dimaksud dengan "Pusat Data Nasional Sementara Dienkripsi Hacker", mengapa hal ini terjadi, serta apa dampak dari semuanya.

Tentang Pusat data Nasional (PDN)

Pusat Data Nasional (PDN) adalah fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen terkait, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data.

Baca Juga: Apa Itu Ransomware Yang Menyerang Pusat Data Nasional? Berikut Cara Pencegahannya

PDN bertanggung jawab untuk mengelola, menyimpan, dan melindungi data penting dari pemerintahan atau lembaga tertentu.

Di Indonesia, PDN biasanya dikelola oleh instansi pemerintah seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) atau Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Arti dari Enkripsi oleh Hacker

Enkripsi adalah proses pengamanan data dengan mengubah informasi menjadi kode yang hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki kunci dekripsi.

Sementara itu, jika enkripsi ini dilakukan oleh hacker, biasanya bertujuan untuk mengunci akses pemilik asli terhadap data tersebut hingga tuntutan tertentu, seperti pembayaran tebusan, dipenuhi. Tindakan ini sering disebut sebagai serangan ransomware.

Baca Juga: Braincipher, Ransomware Canggih yang Berhasil Jebol Pusat Data Nasional Ancaman Baru dalam Keamanan Siber

Bagaimana Enkripsi oleh Hacker Terjadi?

Phishing: Hacker mengirimkan email atau pesan yang tampak berasal dari sumber tepercaya untuk mencuri informasi login atau mengelabui penerima agar mengunduh malware.

Exploiting Vulnerabilities: Hacker memanfaatkan kelemahan dalam sistem keamanan yang belum diperbaiki (patch) untuk mendapatkan akses ke jaringan atau sistem.

Malware: Program jahat yang bisa menyusup ke sistem komputer untuk mencuri, mengubah, atau mengenkripsi data.

Dampak Enkripsi oleh Hacker pada Pusat Data Nasional

Kehilangan Akses Data

Ketika hacker berhasil mengenkripsi data, lembaga pemerintah atau perusahaan kehilangan akses ke data penting. Hal ini bisa mengganggu operasional, menyebabkan hilangnya informasi penting, dan berdampak pada layanan publik.

Baca Juga: Pusat Data Nasional, Menggali Fungsi dan Peran, di Tengah Ancaman Ransomware

Biaya Tebusan dan Pemulihan

Membayar tebusan bukanlah solusi yang dianjurkan karena tidak ada jaminan bahwa hacker akan memberikan kunci dekripsi. Selain itu, biaya pemulihan sistem dan penguatan keamanan pasca-serangan bisa sangat tinggi.

Kerugian Reputasi

Insiden ini bisa merusak reputasi lembaga atau perusahaan, mengurangi kepercayaan publik, dan berdampak negatif pada hubungan dengan mitra bisnis.

Implikasi Hukum

Kebocoran data bisa menimbulkan masalah hukum, terutama jika data pribadi warga negara ikut terekspos. Lembaga yang terkena serangan bisa menghadapi tuntutan hukum dan denda dari regulator.

Serangan yang menyebabkan enkripsi pada Pusat Data Nasional oleh hacker adalah ancaman serius yang memerlukan perhatian dan tindakan cepat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.