Tekno

Bos Instagram Sebut Feed Kronologis Bikin Pengalaman Pengguna Lebih Buruk

Winna Wandayani | 15 September 2026, 21:45 WIB
Bos Instagram Sebut Feed Kronologis Bikin Pengalaman Pengguna Lebih Buruk
Ilustrasi Instagram (Pexels)

AKURAT.CO Kepala Instagram Adam Mosseri menilai feed kronologis membuat pengalaman pengguna lebih buruk. Hal ini disampaikan saat Australia menyiapkan aturan yang membuat pengguna dapat memilih keluar dari feed algoritmik.

Menurut Mosseri, feed kronologis berpotensi dipenuhi unggahan dari perusahaan, merek dan penerbit yang lebih sering membuat konten. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat unggahan kreator dan teman pengguna semakin sulit terlihat.

"Suara para kreator jadi tenggelam, lalu suara teman-temanmu pun makin tenggelam lagi," kata Mosseri, dikutip dari ABC News, Selasa (15/9/2026).

Mosseri mengatakan sistem kronologis juga membuat pengguna berpotensi melewatkan lebih banyak konten. Ia menyebut tingkat interaksi pengguna bahkan dapat turun hingga 50 persen ketika Instagram beralih ke model tersebut.

Menurutnya, akun yang mampu mengunggah konten lebih sering akan memiliki peluang lebih besar mendapatkan jangkauan. Perusahaan dan merek dinilai memiliki kemampuan lebih besar untuk melakukan hal tersebut dibandingkan pengguna biasa.

Akibatnya, unggahan dari teman yang tidak terlalu sering aktif dapat semakin tertutup oleh konten akun yang produktif. Sistem algoritma Instagram kemudian digunakan untuk menentukan konten yang dianggap lebih relevan bagi setiap pengguna.

Menariknya, Instagram sebenarnya sudah menyediakan pilihan feed kronologis bagi pengguna. Pengguna dapat memilih tampilan 'Following' untuk melihat unggahan dari akun yang diikuti berdasarkan urutan waktu.

Namun, pilihan tersebut bukan menjadi pengaturan bawaan Instagram. Feed akan kembali menggunakan sistem algoritma ketika aplikasi ditutup dan dibuka kembali.

Mosseri juga mengakui pilihan feed kronologis masih sulit ditemukan oleh sebagian pengguna. Ia menyebut Instagram perlu meningkatkan kemudahan pengguna dalam menemukan pengaturan tersebut.

Di sisi lain, ia mengakui sistem algoritma Instagram masih memiliki kekurangan dan bisa terlalu fokus pada metrik tertentu. Instagram pun berupaya memberi pengguna lebih banyak transparansi dan kontrol atas konten di feed.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.