Lebih dari 14.500 Kamera Dahua Diretas Lewat Serangan Siber

AKURAT.CO Lebih dari 14.530 perangkat Dahua, termasuk kamera IP dan network video recorder (NVR), dilaporkan telah dikompromikan dalam kampanye siber yang berlangsung pada 17 Juni hingga 22 Juli 2026. Peneliti keamanan dari Hunt.io mengungkap operasi yang disebut Operation CameraSwarm.
Serangan tersebut menggunakan tiga jalur utama, yakni serangan kredensial, celah bypass autentikasi lama, serta penyalahgunaan jaringan relay P2P milik Dahua.
Dilansir The Hacker News, peneliti merekonstruksi operasi tersebut dari direktori kerja berukuran 407 MB yang terbuka dan berisi 2.616 file dalam 234 subdirektori. Data tersebut mencakup berbagai alat, riwayat perintah, log, serta catatan kampanye penyerang.
Serangan Memanfaatkan Celah Lama dan P2P
Sebanyak 12.324 alamat IP unik tercatat dalam 13.229 catatan kampanye yang menggunakan serangan kredensial. Penyerang juga memanfaatkan CVE-2021-33044 dan CVE-2021-33045, dua celah bypass autentikasi pada perangkat Dahua yang berasal dari 2021.
Jalur tersebut digunakan untuk menjangkau 1.923 kamera dan memasang akun yang dapat bertahan. Serangan lainnya memanfaatkan jaringan P2P Easy4IP untuk menjangkau 283 kamera yang berada di balik NAT.
Peneliti menemukan bahwa pada firmware sebelum pertengahan 2024, nomor seri perangkat dapat digunakan untuk membangun jalur relay sebelum perangkat melakukan pemeriksaan kredensialnya.
Pengguna Diminta Memperbarui Firmware
Dahua sebelumnya menilai dua celah bypass autentikasi tersebut dengan skor 8,1 berdasarkan CVSS, sementara National Vulnerability Database memberikan skor 9,8. Dahua menjelaskan bahwa penyerang dapat melewati autentikasi identitas perangkat dengan membuat paket data berbahaya.
Kedua celah tersebut masih tercatat dalam katalog Known Exploited Vulnerabilities milik CISA per 19 Agustus 2026. Pengguna disarankan memasang firmware yang telah diperbaiki, menonaktifkan P2P jika tidak diperlukan, menggunakan kredensial unik yang kuat, menghapus akun yang tidak digunakan, serta memisahkan jaringan sistem kamera dari jaringan lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mobil Listrik Mungil Ini Punya Desain Mirip Toyota Alphard, Tenaganya Cuma 5 HP
- 2Galaxy S27 Ultra Bocor, Samsung Siapkan Empat Warna Baru?
- 3iPhone 18 Pro vs Galaxy S26 Ultra, Mana yang Lebih Unggul?
- 4YouTube Festival Indonesia 2026 Soroti Perubahan Konsumsi Konten Digital
- 5Pemerintah Siapkan Panduan AI untuk Sektor Kesehatan hingga Keuangan
- 6Mercedes-Benz Pangkas Sejumlah Mobil Listrik Mulai 2027
- 7Realme P4s Lite Resmi Meluncur dengan Layar 120Hz dan Baterai 7.000 mAh
- 8Cara Melacak HP Android yang Hilang dengan Fitur Find My Device
- 9POCO F9 Ultra dan F9 Pro Masuk Indonesia, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5
- 10Huawei Watch GT 7 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp3 Jutaan






