Trump Ubah Sebutan AI Jadi Super Intelligence Lewat Perintah Eksekutif

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif yang mengubah penyebutan artificial intelligence atau AI menjadi 'super intelligence' atau SI. Istilah tersebut akan digunakan lembaga pemerintah AS dalam komunikasi publik, laporan dan dokumen kebijakan.
Dalam dunia teknologi, superintelligence sebenarnya sudah memiliki arti khusus. Istilah tersebut merujuk pada AI yang kemampuan kognitifnya melampaui manusia dalam hampir seluruh aspek berpikir, meski teknologi itu belum berhasil diwujudkan.
Perintah eksekutif tersebut juga mengatur peninjauan terhadap definisi resmi 'super intelligence'. Direktur Office of Science and Technology Policy, Michael Kratsios, akan menentukan apakah definisi tersebut perlu diubah atau diperluas.
Perubahan istilah dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perkembangan AI. Salah satu perhatian yang muncul berkaitan dengan potensi AI menggantikan pekerjaan manusia.
Kekhawatiran lain muncul dari penggunaan AI untuk mengakses situs pemerintah atau melakukan serangan siber. Kondisi tersebut turut mendorong pembahasan mengenai pengamanan dan pengawasan teknologi AI.
Trump mulai menggunakan istilah baru tersebut dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Ia juga menolak seruan untuk meningkatkan regulasi terhadap industri AI, sebagaimana dikutip dari Politico, Kamis (1/10/2026).
Para eksekutif teknologi sebelumnya menandatangani konstitusi AI yang disebut bersifat 'morally binding' di Gedung Putih. Dokumen tersebut meminta perusahaan bekerja sama dengan auditor independen untuk menilai apakah model AI 'operating as intended'.
Trump menegaskan tidak akan memperlambat perkembangan AI di Amerika Serikat. Ia juga menyebut kepemimpinan AS dalam teknologi tersebut sebagai bagian dari kepentingan keamanan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oppo A7 Pro Series 5G Hadir di Indonesia Bawa Baterai hingga 10.000 mAh
- 2Chrome Menyimpan Banyak Data di HP, Begini Cara Membersihkannya
- 3Google Drive Penuh? Begini Cara Menemukan File yang Paling Banyak Memakan Ruang
- 410 Rekomendasi HP Android Bekas yang Masih Bertenaga
- 5Oppo K14 Plus Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh
- 6HMD 106 Pure Muncul dengan Baterai Lepas dan Harga Rp210 Ribuan
- 7AI Makin Masuk ke Dunia Bisnis, Ini yang Perlu Dipertimbangkan CEO
- 8HP Sering Hang Padahal Aplikasi Sedikit? Ini yang Perlu Dicek
- 9Instagram Hadirkan Efek Pixel, Bisa Samarkan Wajah untuk Soft Launch Hubungan
- 10Instagram Bikin AI yang Bisa Membaca Performa Video Kreator






