Tekno

China Tunda Misi Chang'e-7 untuk Berburu Es Air di Bulan

Winna Wandayani | 25 Agustus 2026, 13:23 WIB
China Tunda Misi Chang'e-7 untuk Berburu Es Air di Bulan
Chang'e 6 (Nasa.gov)

AKURAT.CO China menunda peluncuran misi robotik Chang'e-7 untuk mencari es air di kutub selatan Bulan. Misi yang dijadwalkan meluncur dari Hainan akhir pekan ini dipastikan batal dalam jendela peluncuran 2026.

Kantor Teknik Antariksa Berawak China menyebut wahana Chang'e-7 belum memenuhi kondisi untuk diluncurkan. Pemerintah China tidak menjelaskan secara rinci penyebab penundaan tersebut dan belum menetapkan jadwal peluncuran baru.

Wiphu Rujopakarn, Direktur Eksekutif National Astronomical Research Institute of Thailand (NARIT), memperkirakan misi itu baru dapat diluncurkan pada 2027. Ada kemungkinan peluncuran dilakukan pada musim semi atau pertengahan tahun depan.

Menurut Wiphu, Chang'e-7 sebagai misi yang kompleks karena wahana harus mencapai orbit tertentu sebelum mendarat. Wahana ini juga akan mencoba mendarat di tepi kawah kutub selatan Bulan untuk pertama kalinya.

"Belum pernah ada yang mencoba mengirim wahana antariksa untuk mendarat di tepian kawah di kutub selatan Bulan dan hal itu sangatlah sulit," ujarnya, dikutip dari CNN, Senin (24/8/2026).

Faktor cuaca diduga menjadi salah satu penyebab penundaan. Angin di lapisan atmosfer yang lebih tinggi akibat sistem cuaca yang bergerak melintasi China bagian selatan disebut berpotensi mengganggu jadwal peluncuran.

Chang'e-7 Berburu Es Air di Bulan

Chang'e-7 tidak hanya bertugas mengambil gambar permukaan Bulan. Misi ini membawa wahana 'hopper' yang akan menuju kawah di kutub selatan dan mengebor permukaan untuk mencari es air.

Temuan tersebut penting karena air di Bulan berpotensi diolah menjadi air minum, oksigen untuk bernapas, hingga bahan bakar roket. Karena itu, kutub selatan Bulan kini menjadi salah satu kawasan paling diperebutkan dalam eksplorasi antariksa.

Amerika Serikat juga telah mendeteksi keberadaan es air menggunakan instrumen pada wahana yang mengorbit Bulan. Namun, hingga kini belum ada misi AS yang berhasil mengebor langsung permukaan Bulan untuk memastikan dan mengukur sumber daya tersebut.

Salah satu upaya dilakukan perusahaan asal Texas, Intuitive Machines, pada 2025. Wahana perusahaan tersebut membawa perangkat pengeboran untuk mencari air, tetapi mengalami masalah ketika mendarat sehingga target utama misi tidak dapat diselesaikan.

AS dan China Berlomba ke Kutub Selatan Bulan

Penundaan Chang'e-7 membuat persaingan eksplorasi kutub selatan Bulan semakin terbuka. Sejumlah misi AS juga dipersiapkan menuju kawasan yang sama dalam beberapa tahun ke depan.

Astrobotic Technologies menyiapkan wahana Griffin untuk menuju kutub selatan Bulan paling cepat akhir 2026. Sementara itu, Blue Origin berencana mengirim hingga dua wahana pendarat robotik ke Bulan pada 2027.

Salah satu misi Blue Origin berpotensi membawa VIPER, rover NASA untuk mencari es air dan sumber daya Bulan. Hal ini membuat persaingan pemanfaatan sumber daya Bulan semakin ketat.

Meski demikian, jumlah es air yang bisa dimanfaatkan di Bulan masih belum diketahui secara pasti. James Head dari Brown University menilai Chang'e-7 dapat membantu mengungkap potensi sumber daya tersebut.

Yuqi Qian dari University of Hong Kong menilai Chang'e-7 menunjukkan perubahan arah program antariksa China. Eksplorasi Bulan kini mulai bergeser dari penelitian menuju pemanfaatan sumber daya untuk mendukung aktivitas manusia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.