Tekno

Mengenal Social Engineering, Ancaman Siber yang Mengintai di Balik Kelemahan Manusia

Rindi Wulandari | 30 Juli 2024, 15:07 WIB
Mengenal Social Engineering, Ancaman Siber yang Mengintai di Balik Kelemahan Manusia

Tekno.akurat.co-Social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang digunakan oleh penyerang untuk mempengaruhi seseorang agar melakukan tindakan tertentu atau mengungkapkan informasi rahasia.

Teknik ini sering digunakan dalam serangan siber, di mana penyerang mencoba untuk memperoleh akses ke sistem atau data dengan mengeksploitasi kepercayaan dan kelemahan manusia, bukan dengan menggunakan metode teknis murni.

Jenis-Jenis Social Engineering

Terdapat beberapa jenis social engineering yang sering digunakan, antara lain:

1. Phishing

Phishing adalah metode di mana penyerang mengirim email atau pesan palsu yang tampak sah, biasanya mengaku berasal dari organisasi terpercaya seperti bank atau layanan online.

Baca Juga: Waspada, Resiko Buat Para Pengguna HP yang Asal Charger di Tempat Umum

Tujuannya adalah untuk memancing korban agar mengklik tautan atau mengunduh lampiran yang berisi malware, atau memasukkan informasi pribadi seperti kata sandi atau nomor kartu kredit.

2. Pretexting

Dalam pretexting, penyerang membuat skenario palsu atau identitas palsu untuk memperoleh informasi dari korban. Misalnya, penyerang dapat berpura-pura menjadi petugas layanan pelanggan yang meminta informasi pribadi untuk tujuan verifikasi.

3. Baiting

Baiting melibatkan penggunaan umpan fisik atau digital untuk menarik korban agar memberikan informasi atau menginstal malware.

Contohnya adalah penyerang yang meninggalkan USB drive berlabel menarik di tempat umum dengan harapan seseorang akan mengambilnya dan memasukkannya ke komputer mereka.

Baca Juga: Panduan Biar Otak Kamu Tambah Encer, Lakukanlah Cara ini Setiap Hari

4. Tailgating

Tailgating adalah ketika penyerang mencoba untuk memasuki area terbatas dengan mengikuti seseorang yang memiliki akses sah. Ini sering terjadi di gedung perkantoran atau fasilitas dengan keamanan fisik.

5. Quid Pro Quo

Quid pro quo adalah teknik di mana penyerang menawarkan sesuatu sebagai imbalan untuk informasi atau akses.

Contohnya adalah penyerang yang berpura-pura menjadi teknisi IT yang menawarkan bantuan untuk memperbaiki masalah komputer dengan imbalan akses ke sistem.

Cara Melindungi Diri dari Social Engineering

Untuk melindungi diri dari serangan social engineering, penting untuk mengikuti beberapa praktik terbaik berikut:

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 6 Tanda HP Kamu Sedang Dilacak Secara Diam-Diam

1. Pelatihan Keamanan

Organisasi harus memberikan pelatihan keamanan reguler kepada karyawan untuk mengenali tanda-tanda social engineering dan cara menghadapinya.

Karyawan harus diajarkan untuk selalu skeptis terhadap permintaan informasi pribadi atau akses yang tidak lazim.

2. Verifikasi Identitas

Sebelum memberikan informasi atau akses, selalu verifikasi identitas orang yang meminta. Jangan pernah memberikan informasi sensitif melalui telepon, email, atau pesan tanpa memverifikasi keabsahannya.

3. Gunakan Otentikasi Multi-Faktor (MFA)

MFA menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan memerlukan lebih dari satu bentuk verifikasi untuk mengakses akun atau sistem. Ini bisa berupa kombinasi dari kata sandi, biometrik, atau kode verifikasi yang dikirim ke perangkat lain.

Baca Juga: Hati-Hati, WiFi Umum Bisa Menjadi Sarang Peretas, Begini Cara Menghindarinya

4. Perbarui Sistem dan Aplikasi

Pastikan semua sistem dan aplikasi diperbarui secara berkala untuk melindungi dari kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh penyerang.

5. Jaga Informasi Pribadi dan Sensitif

Hindari memposting informasi pribadi atau sensitif di media sosial atau platform publik lainnya. Penyerang sering menggunakan informasi ini untuk menyusun serangan yang lebih meyakinkan.

Tetap waspada dan selalu skeptis terhadap permintaan informasi atau akses yang tidak lazim adalah kunci utama untuk mencegah serangan ini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.