Tekno

Fenomena Playing Victim di Media Sosial, Apa Sih Artinya? Berikut Ini Penjelasannya

Ananda Hartono | 6 Juli 2024, 14:00 WIB
Fenomena Playing Victim di Media Sosial, Apa Sih Artinya? Berikut Ini Penjelasannya

Tekno.akurat.co-Pada era media sosial seperti sekarang, tidak jarang kita mendengar istilah-istilah baru yang muncul dan sering digunakan dalam berbagai konteks.

Salah satu istilah yang cukup sering disorot adalah "Playing Victim". Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang cenderung memainkan peran korban dalam suatu situasi, baik itu untuk mendapatkan simpati, mengalihkan tanggung jawab, atau mencari perhatian.

Di media sosial, fenomena ini sering menjadi topik perbincangan karena dampaknya dalam memengaruhi opini publik dan interaksi antar pengguna.

Asal Usul dan Penggunaan Istilah

Playing Victim atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai bermain korban, mengacu pada tindakan atau strategi seseorang yang memposisikan dirinya sebagai korban dalam situasi tertentu.

Baca Juga: Mengenal Istilah Gaul Dalam Online Shop yang Sering Digunakan Pada Platform Belanja Daring

Istilah ini berasal dari psikologi populer dan telah meluas penggunaannya dalam konteks sosial media. Penggunaan istilah ini sering kali merujuk pada perilaku yang manipulatif atau tidak jujur dalam menanggapi masalah atau konflik.

Cara-cara Playing Victim di Media Sosial

Di media sosial, ada beberapa cara yang sering digunakan oleh seseorang dalam bermain korban:

Menyalahkan Orang Lain: Salah satu bentuk playing victim adalah dengan menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi, tanpa mau mengakui kontribusi atau kesalahan yang mungkin dimiliki.

Mengungkapkan Kesengsaraan Berlebihan: Seseorang dapat memperbesar atau mengungkapkan kesengsaraan mereka secara berlebihan, dengan tujuan mendapatkan perhatian atau simpati dari orang lain.

Baca Juga: Arti AFK, Bahasa Gaul yang Sering Disebut saat Bermain Game Mobile Legends

Memanfaatkan Sejarah atau Latar Belakang Pribadi: Menggunakan sejarah atau latar belakang pribadi untuk membenarkan perilaku atau tindakan yang kontroversial, dengan cara mengaitkannya dengan pengalaman pribadi sebagai korban.

Menghindari Tanggung Jawab: Dengan memainkan peran korban, seseorang dapat mencoba untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan atau keputusan mereka sendiri.

Dampak Negatif dari Playing Victim

Meskipun kadang-kadang playing victim mungkin terlihat sebagai cara yang efektif untuk mendapatkan dukungan atau simpati, namun perilaku ini juga memiliki dampak negatif yang signifikan:

Mengurangi Kepercayaan: Perilaku playing victim dapat mengurangi kepercayaan orang lain terhadap kejujuran dan integritas seseorang.

Menciptakan Ketidakseimbangan dalam Hubungan: Jika terlalu sering digunakan, perilaku ini dapat menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan interpersonal, di mana satu pihak selalu menjadi korban dan pihak lainnya selalu harus bertanggung jawab.

Baca Juga: Memahami Makna 'Gemoy' dalam Bahasa Gaul yang Sering Diucapkan Saat Ini

Menyulitkan Penyelesaian Masalah: Ketika seseorang tidak mengakui peran mereka dalam suatu masalah, penyelesaian masalah dapat menjadi lebih sulit untuk dicapai.

Dalam konteks media sosial yang penuh dengan kompleksitas interaksi manusia, penggunaan istilah playing victim menjadi cerminan dari dinamika sosial yang terus berubah.

Memahami dan mengenali perilaku ini dengan baik dapat membantu kita dalam membangun hubungan yang lebih sehat dan berdaya tahan dalam lingkungan digital yang semakin kompleks dan canggih.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.