Tekno

Mengenal Hari Tasyrik, Hari-Hari Istimewa Setelah Idul Adha

Ananda Hartono | 18 Juni 2024, 21:46 WIB
Mengenal Hari Tasyrik,  Hari-Hari Istimewa Setelah Idul Adha

Tekno.akurat.co-Hari Tasyrik adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah.

Istilah "Tasyrik" berasal dari kata "syuruq" yang berarti "terbitnya matahari" atau
"mengeringkan daging".

Hari-hari ini sangat khusus dalam tradisi Islam karena merupakan bagian dari ibadah haji yang dilakukan oleh umat Muslim yang mampu.

Signifikansi dan Keutamaan Hari Tasyrik

Hari Tasyrik memiliki beberapa keutamaan dan makna penting dalam Islam, baik secara spiritual maupun ritual. Berikut adalah beberapa aspek keutamaan Hari Tasyrik:

Baca Juga: Mengupas Teknologi Snickometer di EURO 2024, Revolusi dalam Keputusan Wasit Sepak Bola

Hari untuk Makan dan Minum: Rasulullah SAW bersabda bahwa Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah. Ini menunjukkan bahwa selama hari-hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk menikmati nikmat Allah SWT dan bersyukur atas karunia yang diberikan.

Pelaksanaan Ritual Haji: Bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji, Hari Tasyrik adalah waktu untuk melaksanakan beberapa ritual penting, seperti melempar jumrah di Mina. Melempar jumrah adalah simbolis dari melempar setan dan meneguhkan niat untuk menjauhi segala bentuk keburukan.

Pelaksanaan Qurban: Hari Tasyrik juga merupakan bagian dari periode dimana umat Muslim bisa melaksanakan qurban, yaitu menyembelih hewan seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Qurban ini bukan hanya simbol pengorbanan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial karena daging hewan qurban dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga: Contoh Ucapan Selamat Idul Adha 1445 H Keren Menggunakan Bahasa Arab dan Inggris

Dzikir dan Doa: Hari Tasyrik merupakan waktu yang dianjurkan untuk banyak berzikir dan berdoa. Menyebut nama Allah dan berdoa di waktu-waktu yang khusus ini dianggap memiliki nilai pahala yang tinggi.

Hukum dan Ketentuan Terkait Hari Tasyrik

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa hukum dan ketentuan yang terkait dengan Hari Tasyrik:

Larangan Puasa: Umat Muslim dilarang untuk berpuasa pada Hari Tasyrik. Ini karena hari-hari tersebut ditetapkan sebagai hari untuk makan, minum, dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Rasulullah SAW melarang puasa pada hari-hari ini agar umat Muslim bisa menikmati rezeki dan memperkuat rasa syukur mereka.

Takbir Muthlaq dan Muqayyad: Selama Hari Tasyrik, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak takbir, yaitu mengagungkan Allah dengan ucapan "Allahu Akbar". Takbir ini dikenal sebagai takbir muthlaq (takbir yang bisa dilakukan kapan saja) dan takbir muqayyad (takbir yang dilakukan setelah sholat fardhu).

Hari Tasyrik adalah waktu yang istimewa dalam kalender Islam, penuh dengan aktivitas yang memiliki makna spiritual dan sosial yang dalam.

Bagi para jamaah haji, ini adalah kesempatan untuk menyelesaikan rangkaian ritual haji dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.