Tekno

Kenali Modus Penipuan yang Beredar di WhatsApp Menjelang Lebaran dan Berikut Cara Menghindarinya

Ananda Hartono | 2 April 2024, 17:57 WIB
Kenali Modus Penipuan yang Beredar di WhatsApp Menjelang Lebaran dan Berikut Cara Menghindarinya

Tekno.akurat.co-WhatsApp telah menjadi salah satu platform komunikasi paling populer di dunia, tetapi sayangnya, popularitasnya juga membuatnya rentan terhadap modus penipuan yang terus berkembang.

Mengingat mendekati momen penting seperti Lebaran, moment dimana orang-orang saling bertukar ucapan selamat dan pesan kebahagiaan, tidak jarang pula ada pihak yang memanfaatkannya untuk melakukan tindakan penipuan.

Modus penipuan yang beredar di WhatsApp menjelang Lebaran seringkali dirancang dengan sangat cermat untuk menipu pengguna yang tidak waspada.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali modus penipuan yang mungkin kamu temui agar dapat melindungi diri dan orang-orang terdekat.

Baca Juga: Alasan Mengapa WhatsApp Kini Tak Dapat Lagi Melakukan Screenshot Foto Profil WA

Pada ulasan kali ini, kami akan mengidentifikasi beberapa modus penipuan yang umumnya beredar di WhatsApp menjelang Lebaran.

Tipe Tipe Modus Penipuan yang Beredar di WA

1. Modus Penipuan Pemberian Hadiah

Salah satu modus penipuan yang umum adalah pemberian hadiah palsu. Pengguna mungkin menerima pesan WhatsApp yang mengklaim bahwa mereka telah menjadi pemenang hadiah dalam undian tertentu.

Pesan tersebut mungkin berisi tautan atau instruksi untuk menghubungi nomor tertentu atau mengisi formulir untuk menerima hadiah.

Namun, setelah pengguna melakukan langkah-langkah tersebut, mereka mungkin diminta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau pengiriman hadiah.

Baca Juga: Cara Terlihat Offline Padahal Online di WhatsApp

Padahal, tidak ada hadiah yang sebenarnya, dan pengguna hanya akan kehilangan uang mereka.

2. Modus Penipuan Donasi Palsu

Di periode menjelang Lebaran, banyak orang merasa tergerak untuk melakukan amal dan memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.

Penipu sering memanfaatkan hal ini dengan mengirim pesan WhatsApp palsu yang meminta sumbangan untuk yayasan atau organisasi palsu yang mengklaim melakukan kegiatan amal.

Mereka mungkin menggunakan cerita sedih atau mengharukan untuk memancing simpati dari penerima pesan dan mendorong mereka untuk mentransfer uang.

Baca Juga: Menyelidiki Aplikasi WhatsApp Aero, Perbedaan dan potensi bahayanya

Namun, setelah uang dikirim, tidak ada sumbangan yang benar-benar dilakukan, dan uang tersebut hanya akan masuk ke tangan penipu.

3. Modus Penipuan Phishing

Penipuan phishing melibatkan pengiriman pesan palsu yang mengaku berasal dari institusi resmi, seperti bank atau layanan pembayaran online.

Pesan tersebut mungkin meminta pengguna untuk memperbarui informasi pribadi mereka atau masuk ke halaman web palsu untuk memverifikasi akun mereka.

Tujuannya adalah untuk mencuri informasi sensitif seperti kata sandi atau nomor kartu kredit pengguna.

Dalam menjelang Lebaran, penipu mungkin menggunakan tema yang relevan dengan perayaan ini, seperti menawarkan voucher belanja khusus atau penawaran diskon untuk memancing korban untuk mengklik tautan yang disediakan.

Cara Menghindari Modus Penipuan di WA

1. Waspadai Tautan dan Lampiran

Jangan pernah mengklik tautan atau membuka lampiran dari pengirim yang tidak dikenal atau pesan yang mencurigakan.

2. Verifikasi Identitas

Selalu verifikasi identitas pengirim pesan yang meminta informasi sensitif atau transaksi keuangan sebelum memberikan respons atau mengambil tindakan apapun.

3. Jaga Rahasia Pribadi

Tidak pernah memberikan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau detail akun lainnya melalui pesan WhatsApp.

Itulah hal yang perlu kamu ketahui terkait jenis jenis modus penipuan yang banyak sekali beredar di aplikasi WhatsApp dan sudah memakan banyak korban.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.