Tekno

Beredar Kembali Kabar Merger Grab dan Gojek, Berikut ini Faktanya

Varin VC | 14 Februari 2024, 07:25 WIB
Beredar Kembali Kabar Merger Grab dan Gojek, Berikut ini Faktanya

Tekno.akurat.co - Beredarnya kembali kabar merger Grab dan Gojek sepertinya menarik banyak perhatian warganet. Kabar tersebut sebenarnya pernah viral beberap minggu atau bulan ke belakang. Hanya saja, sebagian besarnya tergolong ke dalam kabar burung saja, atau yang biasa dikenal dengan sebutan isu. Merger sendiri bisa diartikan sebagai penggabungan yang mana hal tersebut untuk saat ini dirasa lumayan sulit. 

Belakangan ini ada cukup banyak berita yang menjadi viral, alasannya tentu saja disebabkan oleh penggunaan smartphone dan media yang semakin banyak. Dengan informasi yang sulit untuk dipilah kadang memunculkan sebuah spekulasi yang bahkan pihak resminya tidak pernah mengatakan hal tersebut. Sebagai salah satu contohnya adalah mengenai kabar bahwa Grab dan Gojek akan melakukan merger, atau penggabungan menjadi satu perusahaan atau bentuk lainnya. 

Kabar atau berita untuk saat ini memang lumayan gampang untuk dipilah, jika para pembaca mengetahui asal dan sumbernya. Dengan demikian, kalian bisa tahu kabar mana yang valid, dan hanya bersifat sebagai rumor belaka saja. Berita mengenai Grab dan Gojek juga termasuk ke dalam salah satu kabar yang bahkan pihak mereka sendiri tidak mengakui hal tersebut akan terjadi. Dan hal tersebut tentu saja akan membuat jenis kabar yang beredar menjadi sebuah rumor saja. 

Baca Juga: Sirekap 2024 v2.41 Apk Anti Gagal Login Support Android RAM 3GB, Cek Informasinya

Apakah Benar Grab dan Gojek Akan Melakukan Merger?

Grab sendiri masuk ke dalam aplikasi yang lumayan banyak digunakan di Indonesia. Jika dibandingkan dengan Gojek keduanya tentu saja memiliki nilai positif masing-masing, dan para pengguna pun menyadari hal tersebut. Penggunaanya sendiri sudah menjadi kebutuhan pokok bagi mereka yang memang tidak memiliki kendaraan untuk berpergian kesuatu tempat. Selain digunakan sebagai layanan ojek online, mereka juga menyediakan layanan lainnya.

Layanan yang kami maksud adalah Grab Food, atau jasa pengantar makanan yang dimiliki oleh Gojek. Keduanya memang memiliki perbedaan, khususnya kalau dilihat dari segi fitur. Namun, meskipun demikian, pengguna setia dari aplikasi tersebut pasti lebih tahu mana yang lebih baik. Dan inilah yang membuat kedua aplikasinya masih banyak digunakan untuk saat ini. Adapun layanan dan jasa lainnya yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh para penggunanya.

Lalu apakah benar mereka akan melakukan merger atau penggabungan? Jawabannya adalah tidak. Kedua perwakilan dari masing-masing aplikasi sepertinya membantah kabar tersebut, sehingga membuat informasi mengenai merger ini menjadi isu saja. Jadi untuk sekarang, sudah bisa disimpulkan bahwa berita mengenai merger ini tidak akan terjadi. Dan sumber yang kami dapatkan tentu saja tergolong valid, setidaknya untuk saat ini.

Baca Juga: 5 Fungsi Manajemen Yang Perlu di Ketahui Dan Pahami Dalam Dunia Bisnis

Kenali Istilah Merger yang Menimpa Grab dan Juga Gojek

Merger adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris yaitu Merge yang memiliki arti penggabungan atau penyatuan dua hal. Dalam kasus ini, merger dimaksudkan untuk kedua perusahaan yang akan menggabungkan dua aplikasi mereka menjadi satu aplikasi baru. Merger biasanya dilakukan untuk mencegah satu instansti mengalami bangkrut, atau bisa juga untuk memperkuat kedua bisnis mereka. 

Hal seperti ini lumayan cukup sering terjadi di dunia pekerjaan, dan biasanya memang dilakukan untuk mendapatkan dampak positif, atau menghindari hal negatif. Merger sendiri bisa dilakukan untuk memperkuat satu instansi, membangun instansi dengan menggunakan nama baru, dan masih ada alasan lainnya yang menyebabkan proses tersebut.

Kesimpulan

Jadi mengenai kabar mengenai Grab dan Gojek yang akan melakukan merger sudah dipastikan tidak benar. Setidaknya untuk saat ini, karena kedua pihak dari perusahaan mereka sepertinya tidak membenarkan mengenai hal tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.