Tekno

Hormon dan Stres Jadi Penyebab Bruntusan, Benarkah?

Danto Akurat Tekno | 7 Oktober 2025, 16:47 WIB
Hormon dan Stres Jadi Penyebab Bruntusan, Benarkah?

Tekno.akurat.co-Pernahkah kamu merasa frustasi saat bercermin dan menemukan tekstur kulit yang tidak rata? Bintik-bintik kecil atau yang sering disebut bruntusan ini bisa muncul tiba-tiba, membuat kulit yang tadinya mulus mendadak menjadi kasar. Kondisi ini seringkali datang tanpa diundang, terutama saat kamu sedang banyak pikiran atau menjelang siklus menstruasi.

Kamu tidak sendirian dalam pertarungan ini. Sebuah studi dalam jurnal medis Acta Dermato-Venereologica menemukan korelasi kuat antara tingkat stres yang dilaporkan seseorang dan tingkat keparahan jerawat atau bruntusan yang mereka alami. Ini adalah bukti ilmiah bahwa kondisi pikiran kita sangat mempengaruhi kesehatan fisik kulit.

"Dulu bruntusan datang dan pergi, bikin frustasi dan nggak percaya diri. Aku sudah coba macam-macam produk tapi hasilnya nihil. Setelah konsultasi di klinik perawatan kulit Sozo, aku baru paham pemicunya dari dalam. Perawatannya tepat sasaran, dan sekarang kulitku jauh lebih mulus dan sehat." - Sarah, 25.

Bruntusan bukan hanya soal kebersihan wajah yang kurang atau salah pilih produk. Seringkali, ada faktor internal yang lebih dalam dan sering terabaikan. Hormon dan stres adalah dua penyebab bruntusan yang paling umum dan seringkali menjadi biang keladinya. Memahami bagaimana keduanya bekerja adalah kunci untuk mengatasinya hingga tuntas.

Peran Hormon Dalam Perubahan Kulit

Hormon adalah pembawa pesan kimiawi dalam tubuh kita yang sangat kuat. Mereka berjalan melalui aliran darah dan mengatur hampir semua fungsi tubuh, mulai dari metabolisme hingga suasana hati. Kulit, sebagai organ terbesar tubuh, juga sangat responsif terhadap sinyal-sinyal hormonal ini. Fluktuasi hormon, bahkan yang sangat kecil sekalipun, bisa menyebabkan perubahan drastis pada penampilan kulit.

Perubahan ini bisa berupa kulit yang tiba-tiba kering, kusam, atau justru menjadi sangat berminyak dan memicu bruntusan. Memahami bagaimana hormon bekerja pada kulit adalah langkah awal yang sangat penting. Ini membantumu mengenali mengapa kulitmu berubah pada waktu-waktu tertentu dalam sebulan atau dalam hidupmu.

Hormon Androgen dan Produksi Sebum yang Berlebih

Salah satu kelompok hormon yang paling berpengaruh pada kulit adalah androgen. Hormon ini sering disebut sebagai "hormon pria" (seperti testosteron), namun tubuh wanita juga memproduksinya dalam jumlah yang lebih kecil. Salah satu fungsi utama androgen adalah merangsang kelenjar sebaceous (kelenjar minyak) di kulit.

Saat kadar androgen meningkat atau kulit menjadi lebih sensitif terhadapnya, produksi sebum menjadi tidak terkendali. Ini memicu serangkaian masalah yang saling berkaitan:

  • Produksi Minyak Berlebih: Kelenjar minyak bekerja lembur, membuat permukaan kulit menjadi sangat berminyak dan terasa lengket.
  • Penyumbatan Pori-pori: Minyak yang berlebihan ini dapat bercampur dengan sel-sel kulit mati yang tidak terangkat sempurna. Campuran lengket ini kemudian membentuk sumbatan di dalam pori-pori.
  • Pembentukan Mikrokomedo: Sumbatan awal ini berukuran sangat kecil dan tidak terlihat, disebut sebagai mikrokomedo. Ini adalah cikal bakal dari semua lesi jerawat.
  • Munculnya Bruntusan: Ketika mikrokomedo ini membesar, ia menjadi komedo tertutup (whitehead), yang tampak sebagai bintik-bintik kecil berwarna kulit atau keputihan. Inilah yang kita sebut sebagai bruntusan.

Siklus Menstruasi dan Fluktuasi Hormon Bulanan

Apakah kamu sering melihat bruntusan muncul di area dagu dan rahang sekitar satu minggu sebelum menstruasi? Ini adalah fenomena yang sangat umum dan bisa dijelaskan secara hormonal. Siklus menstruasimu menyebabkan perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron yang dramatis.

Pada paruh pertama siklus, kadar estrogen relatif tinggi, yang membantu menjaga kulit tetap halus dan terhidrasi. Namun, setelah ovulasi, kadar estrogen menurun drastis sementara progesteron meningkat. Menjelang menstruasi, kedua hormon ini anjlok, membuat efek hormon androgen menjadi lebih dominan. Peningkatan relatif androgen inilah yang memicu kelenjar minyak memproduksi lebih banyak sebum, menyebabkan kulit lebih berminyak dan rentan bruntusan.

Pengaruh Stres Terhadap Kesehatan Kulit

Stres lebih dari sekadar perasaan cemas atau tertekan. Ini adalah respons fisiologis tubuh terhadap tantangan atau tekanan. Respons ini memicu pelepasan berbagai hormon, dengan kortisol sebagai pemeran utamanya. Kortisol, atau yang sering disebut "hormon stres," memiliki dampak langsung dan tidak langsung pada kulit yang dapat memperburuk kondisi bruntusan.

Hormon Stres (Kortisol) dan Efeknya pada Kelenjar Minyak

Saat kamu merasa tertekan karena tenggat waktu pekerjaan, masalah pribadi, atau kurang tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak kortisol. Ternyata, kelenjar minyak di kulitmu memiliki reseptor khusus untuk kortisol. Ini berarti kelenjar tersebut secara langsung merespons sinyal dari hormon stres.

Sinyal dari kortisol ini memerintahkan kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak sebum. Sama seperti efek androgen, peningkatan sebum ini membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Ini menjelaskan mengapa saat stres, kulit yang biasanya normal pun bisa tiba-tiba menjadi sangat berminyak dan bruntusan.

Stres dan Respon Peradangan (Inflamasi) dalam Kulit

Dampak stres tidak berhenti pada produksi minyak saja. Stres kronis juga dapat memicu peradangan atau inflamasi tingkat rendah di seluruh tubuh, termasuk di kulit. Apa artinya ini untuk bruntusanmu?

  • Memperburuk Bruntusan: Peradangan ini membuat bruntusan yang sudah ada menjadi lebih merah, bengkak, dan sulit sembuh.
  • Melemahkan Pelindung Kulit: Stres dapat merusak skin barrier, yaitu lapisan pelindung terluar kulit. Barrier yang rusak membuat kulit kehilangan kelembapan dan menjadi lebih rentan terhadap iritasi dari faktor eksternal.
  • Memicu Respons Imun: Stres membuat sistem imun kulit menjadi lebih reaktif. Akibatnya, kemampuan kulit untuk melawan bakteri P. acnes (bakteri penyebab jerawat) menjadi berkurang, sehingga bakteri bisa berkembang biak lebih mudah di dalam pori-pori yang tersumbat.

Interaksi Kompleks Antara Hormon dan Stres pada Kulit

Hormon dan stres adalah dua faktor yang berbeda, namun dalam tubuhmu, keduanya seringkali bekerja bersamaan. Mereka bisa menciptakan "badai" yang sempurna untuk memicu masalah kulit. Bayangkan saat kamu sedang stres karena pekerjaan, dan pada saat yang sama, kamu sedang dalam fase pra-menstruasi (PMS). Produksi minyak bisa meningkat dua kali lipat, menciptakan lingkaran setan yang sulit dihentikan.

Mengapa Produk Skincare Saja Seringkali Tidak Cukup?

Banyak orang menghabiskan banyak uang untuk produk skincare yang menjanjikan kulit mulus. Produk-produk ini memang penting untuk perawatan dari luar, seperti membersihkan permukaan kulit atau melakukan eksfoliasi. Namun, produk topikal ini tidak bisa menghentikan sinyal dari dalam tubuh, seperti fluktuasi hormon atau pelepasan kortisol.

Jika akar penyebab bruntusan tidak dikelola, masalah akan terus kembali tidak peduli seberapa mahal atau canggih produk yang kamu gunakan. Inilah sebabnya mengapa banyak orang merasa frustrasi dan merasa perawatannya sia-sia. Mereka hanya mengatasi gejalanya, bukan sumber masalahnya.

Solusi Tepat Sasaran dan Berbasis Medis di Sozo Skin Clinic

Mengatasi bruntusan yang dipicu oleh hormon dan stres membutuhkan pendekatan yang lebih cerdas dan personal. Kamu butuh solusi yang tidak hanya bekerja di permukaan, melainkan menargetkan akar masalah berdasarkan diagnosis yang akurat. Di Sozo Skin Clinic, kami menawarkan pendekatan medis yang komprehensif untuk membantumu mendapatkan kulit sehat jangka panjang.

Pentingnya Diagnosis oleh Dokter Ahli

Berbeda dengan salon atau toko kecantikan, pendekatan kami berbasis sains. Langkah pertama dan terpenting adalah sesi konsultasi mendalam dengan dokter kami. Dokter tidak hanya akan melihat kulitmu, tetapi juga akan:

  • Menganalisis riwayat kulitmu, termasuk produk apa saja yang pernah kamu coba.
  • Membahas gaya hidupmu, termasuk pola makan, kebiasaan tidur, dan tingkat stres.
  • Melakukan pemeriksaan kulit secara langsung, terkadang dengan alat bantu seperti lampu Wood, untuk melihat jenis dan distribusi bruntusan.

Diagnosis profesional ini sangat penting untuk memastikan rencana perawatanmu benar-benar efektif dan aman, bukan sekadar hasil tebakan.

Pilihan Perawatan Profesional untuk Mengatasi Bruntusan

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan merekomendasikan perawatan yang tepat. Perawatan di klinik medis memiliki efektivitas yang jauh lebih tinggi dan menargetkan masalah dengan lebih presisi. Beberapa pilihan perawatan unggulan di Sozo Skin Clinic meliputi:

  • Chemical Peeling Medis: Ini bukan peeling yang bisa kamu lakukan di rumah. Kami menggunakan asam seperti Salicylic Acid (BHA) yang larut dalam minyak dan mampu masuk ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan, atau Glycolic Acid (AHA) untuk mempercepat pergantian sel kulit. Dokter di klinik perawatan kulit akan memilih jenis dan kekuatan peeling yang paling sesuai untuk kondisi kulitmu, memastikan hasil maksimal dengan downtime minimal.
  • Acne Clarifying Facial: Jauh berbeda dari facial biasa, perawatan ini dirancang secara medis. Proses ekstraksi komedo dilakukan oleh terapis yang sangat terlatih dengan alat steril untuk mencegah infeksi dan bekas luka. Setelahnya, kami sering menggunakan alat high-frequency untuk membunuh bakteri di bawah kulit dan diakhiri dengan masker anti-inflamasi untuk menenangkan kulit.
  • Terapi Laser dan Cahaya: Untuk kasus yang lebih persisten, kami memiliki teknologi canggih. Terapi Blue Light, misalnya, dapat secara efektif membunuh bakteri P. acnes penyebab peradangan. Jenis laser lain dapat menargetkan kelenjar minyak itu sendiri untuk mengurangi aktivitasnya secara signifikan, memberikan solusi jangka panjang untuk kulit yang sangat berminyak.

Pendekatan Holistik untuk Hasil yang Bertahan Lama

Keunggulan utama kami adalah pendekatan yang menyeluruh (holistik). Kami tidak hanya fokus pada perawatan di klinik. Dokter kecantikan profesional kami juga akan menjadi partner kesehatan kulitmu, dengan memberikan panduan gaya hidup yang praktis. Ini bisa berupa saran pola makan (seperti mengurangi makanan tinggi gula yang dapat memicu peradangan), teknik manajemen stres, hingga menyusun ulang rutinitas skincare di rumahmu dengan produk yang tepat dan tidak berlebihan.

Kombinasi antara perawatan medis canggih di klinik dan perbaikan gaya hidup inilah yang membedakan kami. Pendekatan ini memberikan hasil yang tidak hanya cepat terlihat, tetapi juga dapat bertahan lama.

Mengatasi bruntusan hormonal dan akibat stres memang sebuah tantangan, tapi ini adalah tantangan yang bisa kamu menangkan. Kuncinya adalah berhenti menebak-nebak dan mulai mencari solusi yang didukung oleh ilmu pengetahuan. Jadwalkan konsultasimu di Sozo Skin Clinic hari ini, dan ambil langkah pertama untuk mengembalikan kulit mulus, sehat, dan kepercayaan dirimu.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.