Tekno

Mengungkap Rahasia CrowdStrike, Penyebab di Balik Blue Screen pada Windows

Ananda Hartono | 20 Juli 2024, 10:11 WIB
Mengungkap Rahasia CrowdStrike, Penyebab di Balik Blue Screen pada Windows

Tekno.akurat.co-Dalam beberapa tahun terakhir, keamanan siber telah menjadi salah satu topik paling penting di dunia teknologi.

Ancaman keamanan yang semakin kompleks menuntut perusahaan untuk berinvestasi dalam solusi yang mampu melindungi data dan sistem mereka.

Salah satu perusahaan yang terkenal dalam bidang ini adalah CrowdStrike. Namun, baru-baru ini, terdapat laporan bahwa perangkat lunak CrowdStrike dapat menyebabkan Windows Blue Screen, yang menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran bagi banyak pengguna.

Artikel ini akan menjelaskan apa itu CrowdStrike, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa hal ini bisa menyebabkan Windows Blue Screen.

Baca Juga: Fenomena Playing Victim di Media Sosial, Apa Sih Artinya? Berikut Ini Penjelasannya

Apa Itu CrowdStrike?

CrowdStrike adalah perusahaan keamanan siber yang didirikan pada tahun 2011 oleh George Kurtz, Dmitri Alperovitch, dan Gregg Marston.

Perusahaan ini terkenal dengan produk utamanya, CrowdStrike Falcon, sebuah platform keamanan endpoint berbasis cloud yang dirancang untuk mendeteksi, mencegah, dan merespon ancaman siber.

CrowdStrike Falcon menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan machine learning untuk menganalisis data dan mendeteksi ancaman dalam waktu nyata.

Platform ini dapat mengidentifikasi pola perilaku yang mencurigakan dan memberikan peringatan kepada administrator keamanan sebelum serangan terjadi.

Baca Juga: Arti Istilah Gen Ask yang Sering Dipakai Saat Menggunakan Media Sosial

CrowdStrike juga menawarkan layanan threat intelligence dan layanan manajemen insiden untuk membantu perusahaan merespon dan memitigasi serangan siber.

Cara Kerja CrowdStrike

CrowdStrike Falcon bekerja dengan menginstal agen ringan pada setiap endpoint yang akan dilindungi.

Agen ini mengumpulkan data tentang aktivitas sistem dan mengirimkannya ke platform cloud CrowdStrike untuk dianalisis. Proses analisis ini menggunakan berbagai teknik, termasuk:

  • Machine Learning: Untuk mengidentifikasi pola perilaku yang mencurigakan dan mendeteksi ancaman baru yang belum dikenal.
  • Threat Intelligence: Untuk membandingkan data yang dikumpulkan dengan basis data ancaman yang diketahui.
  • Behavioral Analysis: Untuk memantau aktivitas sistem dan mendeteksi anomali yang mungkin menunjukkan adanya serangan.

Dengan pendekatan ini, CrowdStrike dapat memberikan perlindungan yang lebih proaktif dan efektif dibandingkan solusi keamanan tradisional yang mengandalkan tanda tangan (signatures) untuk mendeteksi malware.

Baca Juga: Apa Itu Fitur Privat Space di Android 15? Berikut Pengertian, Cara kerja dan Manfaat

Mengapa CrowdStrike Menyebabkan Windows Blue Screen?

Windows Blue Screen, atau Blue Screen of Death (BSOD), adalah kesalahan kritis yang terjadi ketika sistem operasi Windows mengalami masalah serius yang tidak dapat diperbaiki dengan sendirinya.

BSOD biasanya disebabkan oleh masalah perangkat keras, driver, atau perangkat lunak yang mengakibatkan sistem operasi gagal berfungsi dengan baik.

Beberapa pengguna melaporkan bahwa setelah menginstal atau memperbarui agen CrowdStrike, sistem mereka mengalami BSOD.

Penyebab utama dari masalah ini dapat bervariasi, tetapi beberapa faktor yang mungkin berkontribusi antara lain:

Baca Juga: Apa itu Google Vids: Memahami Layanan Video Terbaru dari Google

  • Kompatibilitas Driver: Agen CrowdStrike mungkin mengalami konflik dengan driver perangkat keras tertentu yang menyebabkan sistem tidak stabil.
  • Konflik Perangkat Lunak: Program keamanan lain yang sudah terinstal di sistem dapat berkonflik dengan agen CrowdStrike, menyebabkan masalah yang berujung pada BSOD.
  • Kesalahan Konfigurasi: Pengaturan yang salah atau file yang korup dalam instalasi agen CrowdStrike dapat menyebabkan sistem crash.

CrowdStrike adalah solusi keamanan siber yang kuat dan canggih yang digunakan oleh banyak perusahaan untuk melindungi sistem mereka dari ancaman siber.

Namun, seperti perangkat lunak lainnya, terkadang dapat menyebabkan masalah seperti Windows Blue Screen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.