Tekno

Beli HP Bekas Online atau Offline, Apa yang Harus Diperhatikan?

Winna Wandayani | 2 Oktober 2026, 22:11 WIB
Beli HP Bekas Online atau Offline, Apa yang Harus Diperhatikan?
Ilustrasi Smartphone (Pexels)

AKURAT.CO Membeli HP bekas bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan perangkat dengan spesifikasi tinggi dengan harga lebih terjangkau. Namun, pembeli perlu lebih teliti karena risiko yang muncul bisa berbeda antara transaksi online dan offline.

Saat membeli secara online, kondisi HP tidak bisa diperiksa secara langsung sebelum pembayaran. Karena itu, informasi dari penjual, foto produk, ulasan dan kebijakan pengembalian menjadi hal penting.

Pembeli disarankan memeriksa reputasi penjual sebelum memilih perangkat. Lama berjualan, ulasan pelanggan, serta ketersediaan garansi bisa menjadi pertimbangan sebelum transaksi.

Pembeli juga sebaiknya tidak langsung percaya pada foto yang terlihat bagus. Mintalah foto detail perangkat, terutama bagian layar, bodi, kamera, port pengisian daya dan kondisi fisiknya.

Untuk transaksi online, kebijakan retur juga perlu dibaca dengan teliti. Pembeli disarankan memahami masa pengembalian, garansi, kondisi perangkat, baterai, serta kelengkapan sebelum melakukan pembayaran.

Berbeda dengan online, membeli HP bekas secara langsung membuat perangkat dapat diperiksa sebelum uang diberikan. Pembeli bisa mencoba layar, kamera, speaker, tombol, port, koneksi Wi-Fi, hingga jaringan seluler.

Dikutip dari Tom's Guide, Jumat (2/10/2026), pembeli disarankan melakukan panggilan dan mengirim pesan untuk memastikan fungsi jaringan berjalan normal. Kamera, speaker, internet, Wi-Fi dan hotspot juga sebaiknya dicoba sebelum transaksi selesai.

IMEI menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan dalam kedua metode pembelian tersebut. Nomor ini dapat membantu mengidentifikasi perangkat dan mengetahui apakah HP memiliki masalah seperti status hilang atau dicuri.

Kondisi baterai juga perlu diperhatikan karena kapasitasnya menurun seiring pemakaian. Periksa kesehatan baterai dan waspadai bodi belakang yang terangkat karena bisa menjadi tanda baterai mengalami pembengkakan.

Calon pembeli juga perlu memperhatikan tanda-tanda HP pernah mengalami kerusakan atau perbaikan. Layar yang tidak terpasang rapi, sekrup berbeda, port rusak, atau kerusakan pada bodi dapat menjadi petunjuk adanya pembongkaran sebelumnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.