Kenapa Produsen Mulai Meninggalkan Segmen HP Murah?

AKURAT.CO Smartphone murah yang dulu mudah ditemukan kini semakin jarang hadir sebagai produk baru. Banyak produsen mulai mengurangi fokus pada segmen entry-level dan lebih agresif bermain di kelas menengah hingga premium.
Dikutip dari Android Central, Rabu (24/6/2026), kenaikan biaya komponen menjadi salah satu penyebab produsen mulai meninggalkan segmen HP murah. Harga RAM dan penyimpanan meningkat karena pasokan yang ketat serta tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI).
Tekanan biaya ini paling terasa pada smartphone murah. Di segmen tersebut, ruang keuntungan produsen sangat tipis sehingga kenaikan harga komponen sulit ditutupi tanpa menaikkan harga jual.
Laporan Counterpoint Research menunjukkan biaya komponen pada ponsel murah terus meningkat. Bahkan beberapa model dengan harga di bawah Rp2 jutaan disebut berisiko semakin langka di sejumlah pasar.
Selain itu, konsumen kini menuntut spesifikasi yang lebih tinggi. Layar besar, kamera lebih baik, baterai besar, hingga dukungan pembaruan sistem membuat biaya pengembangan perangkat murah ikut naik.
Situasi tersebut mendorong banyak vendor mengubah strategi bisnis. Alih-alih mengejar volume penjualan besar dengan margin tipis, perusahaan lebih memilih menjual perangkat kelas menengah yang menawarkan keuntungan lebih sehat.
Dikutip dari TechRadar, terlihat dari keputusan Nothing yang membatalkan peluncuran ponsel CMF Phone 3 Pro. Perusahaan menilai kenaikan harga RAM membuat perusahaan sulit menghadirkan perangkat murah yang tetap kompetitif tanpa menaikkan harga secara signifikan.
Di sisi lain, pasar smartphone premium justru menjadi sumber keuntungan terbesar bagi industri. Segmen ini dinilai lebih mampu menyerap kenaikan biaya produksi dibandingkan pasar entry-level.
Akibat berbagai tekanan tersebut, produsen kini semakin selektif mengembangkan HP murah. Jika tren ini berlanjut, pilihan smartphone entry-level diperkirakan akan terus menyusut dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tips Memilih Kualitas dan Format Video YouTube Sesuai Kebutuhan
- 2Cara Bayar Pajak Kendaraan Online lewat SIGNAL
- 3Vivo X Fold 6 Resmi Masuk Pasar Global dengan Kamera 200 MP
- 4Google Perketat Sideloading Android di Indonesia dan Tiga Negara Lainnya
- 5Huawei Watch GT 7 Series Bawa Fitur Pemantauan Risiko Kesehatan
- 6Kebocoran Data Lama Kembali Beredar, Komdigi Selidiki Dugaan Jual Beli Data Pribadi
- 7Apple Mail di Mac Berpotensi Berhenti Sinkronisasi Microsoft 365 Mulai Oktober 2026
- 8Trump Ubah Sebutan AI Jadi Super Intelligence Lewat Perintah Eksekutif
- 9Bos Ford Ingatkan AS soal Persaingan Mobil China
- 10ChatGPT Hadirkan Fitur Coba Pakaian Secara Virtual, Begini Caranya









