Cara Mudah Memulihkan Email yang Dihapus Secara Permanen, Ini Panduan Detailnya

AKURAT TEKNO - Mengelola email yang dihapus dalam sistem Gmail dapat menjadi tantangan, terutama ketika pesan yang sangat penting terhapus secara tidak sengaja.
Bagi administrator, Google menawarkan beberapa opsi untuk memulihkan email yang dihapus secara permanen, namun ada batasan waktu dan prosedur yang perlu diikuti.
Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah memulihkan email yang dihapus secara permanen menggunakan konsol Admin dan Google Vault.
Baca Juga: Jangan Panik! Intip Cara Mengembalikan File yang Terhapus di Google Drive, Anti Ribet
Opsi Pemulihan Email untuk Administrator
Saat pesan Gmail dihapus, pesan tersebut tetap berada di folder Sampah selama 30 hari.
Setelah periode ini, pesan dihapus secara permanen dari Sampah dan tidak dapat dipulihkan oleh pengguna atau administrator melalui antarmuka standar.
Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh administrator untuk memulihkan pesan yang sudah dihapus secara permanen.
Berikut penjelasan detailnya, dikutip dari laman support.google.com.
Baca Juga: Bocoran Detail Kamera Vivo X200 Pro, Terobosan Fotografi dengan Fitur Canggih yang Bikin Melongo
1. Memulihkan Pesan dari Konsol Admin
Administrator memiliki waktu tambahan 25 hari setelah periode 30 hari untuk memulihkan pesan yang dihapus secara permanen.
Berikut adalah langkah-langkah cara memulihkan email yang dihapus secara permanen melalui konsol Admin:
Login ke Konsol Google Admin:
Masuk ke Konsol Google Admin menggunakan akun administrator Anda.
Pastikan Anda tidak menggunakan akun pengguna biasa.
Navigasi ke Pengguna:
Di konsol Admin, buka Menu, pilih Direktori, lalu klik Pengguna.
Temukan pengguna yang emailnya perlu dipulihkan.
Jika diperlukan, gunakan opsi “Menemukan akun pengguna” untuk membantu pencarian.
Baca Juga: Rekomendasi RAM Laptop untuk Pemula: Panduan Memilih yang Tepat
Arahkan kursor ke nama pengguna, klik opsi lainnya, dan pilih “Pulihkan data”.
Anda juga dapat menemukan opsi ini di sebelah kiri halaman akun pengguna di bagian Lainnya.
Pilih rentang tanggal yang relevan untuk data yang ingin dipulihkan. Pastikan rentang tersebut berada dalam 25 hari terakhir.
Pilih jenis data yang ingin dipulihkan, dalam hal ini “Gmail”.
Setelah mengonfirmasi pilihan Anda, klik “Pulihkan”. Proses pemulihan akan memakan waktu beberapa hari tergantung pada jumlah data.
2. Mengambil Data dari Google Vault
Jika organisasi Anda menggunakan Google Vault, Anda mungkin memiliki opsi untuk memulihkan data yang lebih lama dari 25 hari.
Vault memungkinkan pencarian dan ekspor data berdasarkan aturan retensi atau pembekuan.
Namun, Anda tidak dapat langsung memulihkan data ini ke akun Gmail pengguna.
Untuk detail lebih lanjut, lihat panduan tentang Memulai penelusuran dan ekspor Vault.
Baca Juga: Cara Mengaktifkan Gyroscope di HP yang Tidak Support: Solusi Praktis dan Efektif
Data yang Dapat dan Tidak Dapat Dipulihkan
Data yang dapat dipulihkan:
- Data yang dihapus secara permanen dalam 25 hari terakhir.
- Rentang tanggal yang tepat untuk memulihkan data dalam rentang waktu tersebut.
- Konfirmasi pemulihan dengan memeriksa kotak masuk Gmail pengguna.
Data yang tidak dapat dipulihkan:
- Data yang dihapus lebih dari 25 hari yang lalu.
- Pesan yang dihapus dari folder spam.
- Draf email yang dihapus.
- Label atau struktur label bertingkat yang dihapus.
- Data dari sampah pengguna.
Memulihkan email yang dihapus secara permanen memerlukan pemahaman tentang batas waktu dan prosedur yang berlaku.
Dengan mengikuti langkah-langkah cara memulihkan email yang dihapus secara permanen ini, administrator dapat mengatasi masalah kehilangan data dengan lebih efektif.
Pastikan untuk memanfaatkan konsol Admin dan Google Vault dengan bijak, serta selalu memeriksa status pemulihan untuk memastikan data yang penting dapat kembali ke akun pengguna.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









