Nvidia Minat Investasi di Perplexity, Valuasi Startup AI Bisa Tembus Rp495 Triliun

AKURAT.CO Persaingan perusahaan AI semakin menarik. Nvidia, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok chip utama untuk kecerdasan buatan, dikabarkan sedang membicarakan investasi pada Perplexity, mesin pencari berbasis AI.
Dilansir Reuters pada 24 Agustus 2026, Nvidia sedang dalam pembicaraan untuk ikut serta dalam putaran pendanaan Perplexity yang dapat memberikan valuasi lebih dari US$30 miliar, atau sekitar Rp495 triliun.
Informasi tersebut pertama kali dilaporkan The Information, yang mengutip orang-orang yang mengetahui pembicaraan tersebut. Reuters menegaskan bahwa pembicaraan tersebut masih berlangsung, sehingga belum dapat dipastikan apakah investasi tersebut benar-benar akan terealisasi.
Perplexity Ingin Menantang Cara Orang Mencari Informasi
Perplexity berbeda dari mesin pencari tradisional. Alih-alih hanya memberikan daftar tautan, platform tersebut menggunakan AI untuk memahami pertanyaan pengguna dan menghasilkan jawaban berdasarkan informasi yang ditemukan dari berbagai sumber.
Model seperti ini membuat Perplexity berada di persimpangan antara mesin pencari, chatbot AI, dan layanan riset digital.
Jika pembicaraan investasi dengan Nvidia berhasil, pendanaan tersebut dapat membantu Perplexity mengembangkan teknologi dan infrastrukturnya ketika persaingan pasar AI semakin ketat.
Yang menarik adalah besarnya valuasi yang dibicarakan. Menurut Reuters, angka lebih dari US$30 miliar (sekitar Rp495 triliun) berarti valuasi Perplexity akan meningkat lebih dari 50% dibandingkan pendanaan sebelumnya sekitar satu tahun lalu.
Bagi startup yang bergerak di bidang pencarian AI, kenaikan tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi investor terhadap masa depan cara manusia mencari informasi di internet.
Mengapa Nvidia Tertarik?
Investasi ini juga menarik karena Nvidia bukan sekadar investor teknologi biasa. Perusahaan tersebut berada di pusat ledakan AI karena GPU Nvidia digunakan secara luas untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.
Dengan berinvestasi pada perusahaan seperti Perplexity, Nvidia berpotensi memiliki hubungan yang lebih dekat dengan perusahaan yang berada di sisi aplikasi dan layanan AI. Perplexity sendiri menghadapi persaingan dari perusahaan teknologi besar yang juga mengembangkan fitur pencarian berbasis AI.
Google memiliki AI dalam pengalaman pencariannya, sementara Microsoft mengintegrasikan AI ke Bing dan berbagai produknya. Berbagai chatbot juga semakin mampu menjawab pertanyaan yang sebelumnya harus dicari melalui mesin pencari.
Karena itu, persaingan pencarian internet perlahan berubah. Dulu pengguna memasukkan beberapa kata kunci, mendapatkan daftar situs, lalu membuka satu per satu halaman.
Sekarang, pengguna semakin terbiasa mengajukan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari dan menerima jawaban yang dirangkum AI.
Perubahan tersebut menjadi peluang besar bagi Perplexity. Namun valuasi tinggi juga berarti ekspektasi tinggi. Perplexity harus membuktikan bahwa pengguna akan terus menggunakan layanannya dan bahwa model bisnis pencarian berbasis AI dapat menghasilkan pendapatan yang cukup besar untuk mendukung biaya komputasi yang mahal.
Untuk Nvidia, perkembangan ini memperlihatkan sesuatu yang lebih luas: perusahaan tersebut tidak hanya ingin menjadi pemasok “mesin” bagi revolusi AI, tetapi juga memiliki kepentingan di perusahaan-perusahaan yang membangun layanan AI untuk konsumen.
Jika investasi ini akhirnya terealisasi, hubungan Nvidia dan Perplexity akan menjadi salah satu contoh bagaimana uang dan infrastruktur AI semakin terkonsentrasi pada ekosistem perusahaan yang saling terhubung.
Dan bagi pengguna internet, persaingan tersebut bisa menghasilkan perubahan yang cukup terasa: pencarian informasi mungkin semakin sedikit tentang menemukan sepuluh tautan dan semakin banyak tentang mendapatkan jawaban langsung dari AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









