Tekno

OpenAI Rilis GPT-5.6-Cyber untuk Keamanan Siber

Yusuf Tirtayasa | 21 Agustus 2026, 22:51 WIB
OpenAI Rilis GPT-5.6-Cyber untuk Keamanan Siber
OpenAI Rilis GPT-5.6-Cyber untuk Keamanan Siber. (Ilustrasi AI)

AKURAT.CO OpenAI memperkenalkan GPT-5.6-Cyber, model kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk penelitian kerentanan, penetration testing, respons insiden, dan pengembangan exploit. Model ini dibangun dari GPT-5.6 Sol dengan pelatihan khusus untuk sejumlah tugas keamanan siber berisiko tinggi.

Dilansir The Hacker News, OpenAI juga mengurangi penolakan terhadap beberapa permintaan keamanan siber dual-use agar model dapat membantu penelitian kerentanan dan pengujian keamanan yang sah.

GPT-5.6-Cyber tersedia melalui Daybreak Red, tingkatan akses yang ditujukan bagi perusahaan untuk melakukan penelitian kerentanan, validasi exploit, dan pengujian keamanan secara resmi. Model tersebut merupakan penerus GPT-5.5-Cyber yang dirilis OpenAI pada Juni 2026.

Kemampuan Menemukan Celah Keamanan Meningkat

Dalam pengujian internal Advanced Cybersecurity Completion Rate, GPT-5.6-Cyber menyelesaikan 95 persen permintaan terkait pengembangan exploit, bypass autentikasi, eskalasi hak akses, dan skenario keamanan siber tingkat lanjut. Sebagai pembanding, GPT-5.6 Sol mencatat 1,5 persen, sedangkan GPT-5.5-Cyber mencapai 57,3 persen.

OpenAI juga menyebut GPT-5.6-Cyber menemukan sejumlah kerentanan serius. Salah satunya adalah CVE-2026-15903 pada mesin JavaScript V8 dengan skor CVSS 8,8.

Celah tersebut dapat memungkinkan penyerang jarak jauh menjalankan kode arbitrer di dalam sandbox melalui halaman HTML yang dibuat khusus. Google telah memperbaikinya pada pertengahan Juli 2026.

Tetap Ada Risiko dari AI untuk Keamanan Siber

Selain celah V8, model tersebut dilaporkan menemukan sedikitnya lima kerentanan pada sistem operasi mobile, tiga kerentanan kritis pada sebuah database, serta lebih dari 400 kerentanan yang dapat menyebabkan eskalasi hak akses pada kernel sistem operasi populer.

OpenAI mengakui penggunaan model dengan perlindungan yang dikurangi membawa risiko. Perusahaan menilai akses terhadap AI tingkat lanjut tetap penting bagi defender untuk mempercepat dan mengotomatisasi pertahanan siber.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.