Teknologi Pemantau Gula Darah Makin Banyak, Dokter Ungkap Hal yang Harus Diperhatikan

AKURAT.CO Perangkat pemantau gula darah seperti glukometer dan Continuous Glucose Monitoring (CGM) kini semakin banyak digunakan. Teknologi ini membantu pasien memantau gula darah secara mandiri, tetapi penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan benar.
Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, Dr. Selvinna, mengatakan kualitas perangkat menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Salah satu acuannya adalah ISO 15197 yang menjadi standar untuk alat pengukur glukosa darah.
"Kalau alat itu sudah memenuhi ISO itu secara internasional, kemungkinan besar alat itu sudah layak kita gunakan," ujar Dr. Selvinna kepada Akurat.co saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, hasil glukometer memiliki batas toleransi jika dibandingkan dengan pemeriksaan darah vena di laboratorium. Untuk gula darah di bawah 100 mg/dL, toleransinya sekitar plus minus 15 mg/dL, sedangkan 100 mg/dL ke atas sekitar plus minus 15 persen.
Menurutnya, standar alat saja belum cukup untuk menjamin hasil yang akurat. Cara penggunaan yang keliru juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan meski perangkat sudah memenuhi standar.
"Jadi kalau pemeriksanya tidak tepat, walaupun ISO-nya memenuhi, hasilnya juga tidak sesuai. Karena itu untuk menggunakan alat itu sebetulnya ada edukasinya," katanya.
Dr. Selvinna mencontohkan pasien lanjut usia yang berulang kali mendapat hasil gula darah sangat tinggi. Setelah diperiksa ulang, alat yang digunakan ternyata tidak memiliki merek dan standar ISO yang jelas.
Teknik pemeriksaan di rumah juga dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Menurut Dr. Selvinna, kualitas alat dan teknik pemeriksaan sama-sama berpengaruh terhadap hasil pengukuran.
Hal serupa berlaku pada CGM yang kini semakin banyak tersedia. Jika glukometer mengacu pada ISO, salah satu indikator yang dapat diperhatikan pada CGM adalah Mean Absolute Relative Difference (MARD).
Pengguna CGM juga perlu mendapat edukasi agar perangkat dapat digunakan dengan benar. Edukasi mencakup cara memasang perangkat, membaca hasil, hingga menilai data yang ditampilkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mobil Listrik Mungil Ini Punya Desain Mirip Toyota Alphard, Tenaganya Cuma 5 HP
- 2Galaxy S27 Ultra Bocor, Samsung Siapkan Empat Warna Baru?
- 3Lenovo Watch Fit 3 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED
- 4Cara Melacak HP Android yang Hilang dengan Fitur Find My Device
- 5Gemini AI Bantu Rapikan Inbox Gmail yang Penuh Email Tak Terbaca
- 6Mercedes-Benz Pangkas Sejumlah Mobil Listrik Mulai 2027
- 7NASA Uji Coba Robot AI yang Bisa Bekerja Mandiri untuk Menjelajahi Mars
- 8POCO F9 Ultra dan F9 Pro Masuk Indonesia, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5
- 9Cara Blokir STNK Mobil Setelah Dijual, Bisa Online dan Offline
- 10Elon Musk Dilibatkan Pentagon untuk Tentukan Teknologi Perang Masa Depan AS






