Apple dan Intel Bergandeng Tangan untuk Produksi Chip di AS

AKURAT.CO Apple dikabarkan akan bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi chip di Amerika Serikat. Informasi tersebut disampaikan Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahan di platform Truth Social.
"Apple telah setuju untuk bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan membangun Chipnya di Amerika," tulis Trump.
Kerja sama ini dinilai menjadi upaya Apple untuk memperluas jaringan produksinya. Perusahaan selama ini masih sangat bergantung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) sebagai pemasok utama chip.
Kebutuhan kapasitas produksi chip yang terus meningkat menjadi salah satu alasan di balik upaya tersebut. Apalagi, fasilitas produksi chip canggih TSMC saat ini juga banyak digunakan oleh perusahaan kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia dan AMD.
Kabar kolaborasi Apple dan Intel mendapat respons positif dari pasar. Saham Intel naik sekitar 6,5 persen pada perdagangan prapasar setelah informasi itu muncul.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif saham Intel sepanjang tahun ini. Nilai saham perusahaan bahkan telah meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan awal tahun.
Intel dan Apple telah berdiskusi selama lebih dari satu tahun. Hasilnya, kedua perusahaan disebut mencapai kesepakatan awal untuk memproduksi sebagian chip Apple, sebagaimana dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (23/6/2026).
Bagi Intel, kontrak dengan Apple dapat menghadirkan permintaan produk yang stabil dalam jangka panjang. Kesepakatan itu juga berpotensi meningkatkan reputasi bisnis manufaktur chip Intel.
Pada awal pekan ini, Intel mengumumkan teknologi manufaktur chip generasi terbaru bernama 18A telah memasuki tahap produksi awal. Perusahaan menyebut permintaan terhadap prosesor buatannya masih berada pada level yang kuat.
Pemerintahan Trump sebelumnya menggelontorkan sekitar US$10 miliar (sekitar Rp178 triliun) untuk mendukung ekspansi pabrik Intel di Amerika Serikat. Investasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok chip nasional dan mengurangi ketergantungan pada China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oppo A7 Pro Series 5G Hadir di Indonesia Bawa Baterai hingga 10.000 mAh
- 2Chrome Menyimpan Banyak Data di HP, Begini Cara Membersihkannya
- 3Google Drive Penuh? Begini Cara Menemukan File yang Paling Banyak Memakan Ruang
- 410 Rekomendasi HP Android Bekas yang Masih Bertenaga
- 5Oppo K14 Plus Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh
- 6HMD 106 Pure Muncul dengan Baterai Lepas dan Harga Rp210 Ribuan
- 7AI Makin Masuk ke Dunia Bisnis, Ini yang Perlu Dipertimbangkan CEO
- 8HP Sering Hang Padahal Aplikasi Sedikit? Ini yang Perlu Dicek
- 9Instagram Hadirkan Efek Pixel, Bisa Samarkan Wajah untuk Soft Launch Hubungan
- 10Instagram Bikin AI yang Bisa Membaca Performa Video Kreator









