Tekno

Cara Mengatasi WhatsApp yang Dibajak Pakai Kode OTP Dengan Jitu dan Cepat

Cristina Malonda | 1 Desember 2023, 08:28 WIB
Cara Mengatasi WhatsApp yang Dibajak Pakai Kode OTP Dengan Jitu dan Cepat

Tekno.akurat.co - Dijaman yang serba canggih saat ini banyak bermunculan aplikasi-aplikasi dengan kelebihan dan kekuranganya masing-masing, salah satu yang terkenal adalah Aplikasi WhatsApp.

Tetapi yang sering tejadi WhatsApp sering dibajak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab oleh sebab itu satu hal yang perlu diperhatikan secara serius. Salah satu cara yang sering digunakan oleh pembajak adalah dengan mencuri akun dengan memanfaatkan kode OTP (One-Time Password).

Terus seperti apa cara mengatasi WhatsApp yang dibajak dengan menggunakan kode OTP, simak langkah-langka berikut untuk melindungi akun dari ancaman itu.

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)

Cara pertama. Yang mesti dilakukan adalah dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah 2FA, cara kerja fitur ini adalah meminta pemakai untuk memasukan kata sandi biasa dan kode OTP yang dikiri melalui SMS atau aplikasi lainya setiap mereka mencoba masuk akun dari perangkat yang baru. Aktifkan 2FA dengan ketentua sebagai berikut :

- Buka aplikasi WhatsApp.

- Pilih Pengaturan atau Settings.

- Pilih Akun atau Account.

- Pilih Verifikasi Dua Langkah atau Two-Step Verification.

- Ikuti panduan untuk mengaktifkan 2FA dan atur kode PIN yang akan digunakan.

Dengan aktifnya 2FA menjadikan dua kali lipat melapisi keamanan akun WhatsApp sehingga membuatnya lebih susah untu ditembus dan di akses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab

2. Jaga Kerahasiaan Kode OTP

Penting untuk tidak pernah memberikan kode ini kepada orang lain, WhatsApp atau penyedia layanan tidak akan pernah meminta untuk memberikan kode OTP melalui telepon atau email.

Kode OTP dikirimkan melalui SMS atau aplikasi autentikasi setiap kali Anda mencoba masuk ke akun WhatsApp dari perangkat baru. Hindari berbagi kode OTP dengan siapapun, bahkan jika mereka mengklaim sebagai pihak yang resmi.

3. Pulihkan Aplikasi WhatsApp Secara Berkala

Gunakan selalu versi terbaru dari WhatsApp ini sangat penting, karena setiap penyegaran meliputi keamanan dan peningkatan kinerja.

Dengan memakai versi terbaru masalah keamanan yang sebelumnya terjadi dengan menggunakan versi baru masalah itu telah diperbaiki.

- Buka toko aplikasi (Google Play Store untuk pemakai Android atau App Store untuk pengguna iOS).

- Cari aplikasi WhatsApp.

- Jika tersedia pembaruan, pilih Perbarui atau Update.

4. Periksa Aktivitas Login

Cara keempat. Dengan adanya fitur aktivitas login memudahkan kita untuk terus mengontrol kegiatan pada perangkat, dengan cepat mendektesi jika ada kegiatan yang tidak di kenal dan mencurigakan.

Dengan memantau daftar perangkat yang terhubung,bebera langkah-langka untuk melihat aktivitas login melalui aplikasi WhatsApp adalah :

-  Buka aplikasi WhatsApp.

- Pilih Pengaturan atau Settings.

- Pilih Akun atau Account.

- Pilih Perangkat yang Terhubung atau Connected Devices.

5. Hindari Mengklik Tautan yang Tidak Dikenal

Cara kelima. Tidak kalah pentingnya yaitu jangan mengklik tautan yang tidak dikenal,terutama jika diminta informasi tentang diri pribadi atau kode OTP.

Penjahat dunia maya banyak yang menggunakan teknik pancingan untuk mengambil informasi akun pengguna. kalau ada pesan atau tautan yang mencurigakan keaslianya,yang perlu dilakukan cepat memeriksanya sebelum melakukan tindakan apapun.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas,pasti dapat mengurangi risiko akun WhatsApp Anda dibajak menggunakan kode OTP. Selalu ingat untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi Anda dan tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan.

Dengan tindakan preventif yang tepat, Anda dapat menikmati pengalaman menggunakan WhatsApp dengan lebih aman dan nyaman. karena akun WhatsApp adalah tanggung jawab bersama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.