Tekno

Mengapa Tanggal 29 Februari Hanya ada 4 Tahun Sekali Dalam Kalender

Ananda Hartono | 29 Februari 2024, 10:48 WIB
Mengapa Tanggal 29 Februari Hanya ada 4 Tahun Sekali Dalam Kalender
  

Tekno.akurat.co-Dalam satu tahun terdapat 12 bulan dan bulan yang paling unik cuma satu yaitu Februari. Dimana bulan tersebut tidak sampai 30 hari.

Bahkan tanggal 29 dalam bulan Februari itu hanya ada 4 tahun sekali, yang berarti setiap tahunnya hanya ada 28 hari dalam bulan tersebut.

Tanggal 29 Februari adalah salah satu tanggal yang unik dalam kalender. Dalam setiap empat tahun, kita memiliki satu tahun yang dikenal sebagai tahun kabisat, yang menambahkan hari ekstra ke bulan Februari.

Fenomena ini telah menjadi bagian dari sistem penanggalan yang digunakan oleh banyak budaya di dunia, dan pertanyaan muncul, mengapa tanggal 29
Februari hanya ada setiap empat tahun sekali?

Baca Juga: Tanggal merah Pada Bulan Februari 2024, Bisa Ajuin Izin Cuti dan Weekend

Mengapa Tanggal 29 Februari Muncul 4 Tahun Sekali?

Seperti yang kalian tahu bahwa Februari hanya ada 28 hari dan tanggal 29 hanya ada setiap 4 tahun sekali. Lantas apa sebabnya tanggal 29 muncul dalam 4 tahun sekali? Berikut alasannya.

Jawabannya terletak pada cara bumi bergerak mengelilingi matahari dan bagaimana kalender diciptakan untuk mencocokkan siklus alam dengan kebutuhan manusia.

Untuk memahami mengapa ada tahun kabisat, penting untuk memahami konsep waktu dalam hubungannya dengan gerakan bumi di sekitar matahari.

Bumi membutuhkan sekitar 365,25 hari untuk menyelesaikan satu putaran penuh mengelilingi matahari.

Baca Juga: Inilah Berbagai Peristiwa Sejarah Penting di Tanggal 21 Februari Yang Harus diketahui

Karena itu, satu tahun astronomis sebenarnya adalah sekitar 365,25 hari. Namun, untuk memudahkan keperluan kalender, tahun-tahun diatur menjadi tahun 365 hari dengan menambahkan satu hari ekstra setiap empat tahun.

Pada awalnya, kalender yang digunakan adalah Kalender Julian yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada tahun 46 SM.

Kalender ini mengikuti siklus tahun matahari, yang berarti setiap tahun terdiri dari 365,25 hari. Namun, pendekatan ini memiliki masalah, karena membuat tahun terlalu panjang sekitar 11 menit per tahun.

Nah, pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian. Salah satu perbaikan utama yang dilakukan adalah memperkenalkan aturan tentang tahun kabisat yang lebih tepat.

Baca Juga: Prediksi Bali United Vs Persis Solo di Laga BRI Liga 1 29 Februari 2024

Menurut aturan ini, tahun kabisat akan tetap ada setiap empat tahun, kecuali pada tahun-tahun yang habis dibagi 100, kecuali jika habis dibagi 400.

Misalnya, tahun 1900 bukan tahun kabisat karena habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400. Namun, tahun 2000 adalah tahun kabisat karena habis
dibagi 400.

Demikianlah alasan mengapa tanggal 29 hanya muncul 4 tahun sekali dalam kalender, setelah melihat ini mungkin kalian semua tidak penasaran lagi terkait hal tersebut.

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.