Tekno

Wow, Ada Apa Gerangan Para Ahli Nuklir Rusia kunjungi Indonesia

Cristina Malonda | 17 Maret 2024, 19:11 WIB
Wow, Ada Apa Gerangan Para Ahli Nuklir Rusia kunjungi Indonesia

Tekno.akurat.co - Sejumlah ahli nuklir Rusia dari ROSATOM State Atomic Energy Corporat ion mengunjungi Indo nesia pada 4-8 Maret lalu.

Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengatakan para ahli itu datang ke acara seminar yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Indon esia (BRIN).

'Para ahli dari ROSATOM State Atomic Energy Corporation berpartisipasi dalam seminar yang didedikasikan untuk membahas teknologi modern di bidang konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) skala kecil,'Kata Kedubes Rusia di Indonesia melalui unggahannya di Instagram pada Jumat (15/3).

Kedubes Rusia memaparkan para narasumber bertukar ilmu dan pengalaman unik ROSTAM. 

Dalam mengoperasikan reaktor modular kecil, serta teknologi-teknologi nuklir lainnya yang menjanjikan.

Baca Juga: Indonesia Akan Memproduksi Baterai Kendaraan Listrik Mulai April 2024 Secara Massal

Dalam pertemuan kita kali ini sengaja akan mengulas tentang Wow, Ada Apa Gerangan Para Ahli Nuklir Rusia kunjungi Indonesia.

Perwakilan ROSATOM di Indonesia, Anna Belokoneva, mengatakan para ahli dari Indonesia juga menyampaikan rencana mereka untuk memulai pembangunan fasilitas listrik tenaga nuklir pertama pada 2032 mendatang.

'ROSATOM siap untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam semua aspek yang kami tawar kan.

Kami yakin bahwa teknologi ROSATOM, termasuk PLTN skala kecil, dapat menjadi pilihan baik untuk menambahkan pembangkit nuklir ke bauran energi Indonesia," ujar Belokoneva.

Baca Juga: 3 Motor Listrik Polytron Terbaik 2024 Dengan Harga Terjangkau Dan Kualitas Menawan

Pada November lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan Indonesia akan segera mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Mereka memang menargetkan bahwa PLTN akan dikomersialkan pada tahun 2032 menda tang.

'Pengembangan tenaga nuklir direncanakan menjadi komersial pada 2032 untuk meningkat kan keandalan sistem tenaga listrik.'

Kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Parada Hutajulu dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (16/11). (16/11). 

Kapasitasnya (PLTN) akan ditingkatkan hingga 9 gigawatt (GW) pada 2060," sambungnya.

Baca Juga: Menyambut Lebaran, Maskapai Garuda Indonesia Siapkan 1,4 Juta Kursi Penerbangan Mudik dan Arus Balik

Indonesia dan Rusia Kerjasama Pada Bidang Pengawasan Tenaga Nuklir

Sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Keselamatan Nuklir, Indonesia berkewajiban melaporkan laporan keselamatan nuklir (national report).

Sebagai salah satu bentuk komitmen Indonesia di bidang keselamatan nuklir (nuclear safety).  

Di dalam Konvensi Keselamatan Nuklir ke-7, yang digelar 27 Maret–7 April 2017, Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto memaparkan laporan tersebut di dalam Country Group-6 pada kamis (30/3/2017).

Baca Juga: Prediksi 7 Negara Ekonomi Terbesar di Dunia Tahun 2050, Mari Tengok Posisi Indonesia

Di dalam paparannya, Jazi Eko menyampaikan berbagai informasi terkait dengan kebijakan nuklir nasional.

Di samping itu dipaparkan pula berbagai misi IAEA yang telah dilaksanakan di Indonesia untuk menilai sejauh mana komitmen terhadap keselamatan nuklir ini diterapkan.

Beberapa misi IAEA dimaksud adalah IRRS Mission, Pre-SEED Mission, SEED Mission, dan EPREV Mission.

Hal penting lain yang juga disampaikan Jazi Eko adalah tindak lanjut yang telah dilaksanakan Indonesia setelah konvensi ke-6 terkait dengan kecelakaan Fukushima.

Baca Juga: Indonesia Akan Memproduksi Baterai Kendaraan Listrik Mulai April 2024 Secara Massal

termasuk upaya meningkatkan sistem kesiapsiagaan nuklir nasional, melalui I-CoNSEP (Indonesia Center of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness).

Demikian yang dapat kami bahas mengulas tentang Wow, Ada Apa Gerangan Para Ahli Nuklir Rusia kunjungi Indonesia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.