Tekno

Smartwatch Murah vs Premium, Apa yang Sebenarnya Didapat Pengguna?

Winna Wandayani | 28 Agustus 2026, 11:21 WIB
Smartwatch Murah vs Premium, Apa yang Sebenarnya Didapat Pengguna?
Ilustrasi Smartwatch (Pexels)

AKURAT.CO Smartwatch murah kini tidak lagi identik dengan fitur seadanya. Banyak model terjangkau sudah menawarkan pemantauan detak jantung, tidur, GPS, hingga berbagai mode olahraga, sehingga perbedaan dengan smartwatch premium semakin tipis.

Namun, smartwatch premium tetap punya alasan untuk dibanderol lebih mahal. Perbedaannya biasanya terletak pada kualitas sensor, material, software, fitur kesehatan, kemampuan olahraga, serta integrasi dengan ekosistem smartphone.

Bagi pengguna yang hanya membutuhkan notifikasi, penghitung langkah, pemantauan tidur dan olahraga ringan, smartwatch murah sudah cukup. Amazfit Active 2 menawarkan GPS, fitur latihan, kompatibilitas Android dan iPhone, serta baterai hingga 10 hari.

Xiaomi Smart Band 10 Pro juga menawarkan fitur yang cukup lengkap di kelasnya. Perangkat ini memiliki lebih dari 150 mode olahraga, pemantauan detak jantung, SpO2, stres, tidur dan baterai hingga 21 hari.

Perbedaan mulai terasa saat smartwatch digunakan untuk kebutuhan lebih spesifik. Model premium umumnya menawarkan sensor lebih lengkap, fitur keselamatan, pelacakan olahraga, material lebih kuat dan integrasi smartphone yang lebih baik, sebagaimana dikutip dari TechRadar, Kamis (27/8/2026).

Apple Watch Ultra 3 lebih cocok untuk pengguna iPhone yang membutuhkan fitur kesehatan dan olahraga lengkap. Sementara Garmin lebih ditujukan bagi pengguna yang mengutamakan pelacakan latihan.

Huawei Watch Fit 4 Pro juga menjadi contoh smartwatch yang menawarkan fitur mendekati kelas premium. Perangkat ini membawa kaca safir, bezel titanium, GPS, ECG, lebih dari 100 mode latihan, serta baterai hingga 10 hari.

Sementara itu, Samsung Galaxy Watch8 menawarkan pengalaman yang lebih terintegrasi dengan ekosistem Galaxy. Perangkat ini membawa fitur kesehatan dan olahraga serta prosesor 3 nm yang ditujukan untuk penggunaan dari pemantauan tidur hingga latihan.

Harga Mahal Tidak Selalu Berarti Lebih Cocok

Harga bukan satu-satunya penentu kualitas smartwatch. Amazfit Active 3 Premium tetap menawarkan GPS, peta offline, lebih dari 170 aktivitas dan baterai lebih dari seminggu meski harganya lebih terjangkau.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak membeli smartwatch hanya berdasarkan jumlah fitur. Jika sebagian besar fitur premium tidak pernah digunakan, smartwatch murah bisa memberikan nilai yang jauh lebih masuk akal.

Jadi, Mana yang Layak Dibeli?

Smartwatch murah cocok untuk kebutuhan dasar dengan baterai panjang dan harga terjangkau. Sementara smartwatch premium lebih cocok untuk olahraga serius, fitur kesehatan tambahan dan integrasi ekosistem yang lebih lengkap.

Pada akhirnya, smartwatch yang paling mahal belum tentu menjadi pilihan terbaik. Yang paling worth it adalah perangkat yang fiturnya benar-benar sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan pengguna.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.