TikToker Diselidiki Polisi usai Diduga Rekam Warga Diam-diam dengan Smart Glasses Meta

AKURAT.CO Seorang kreator TikTok di Inggris diselidiki Kepolisian Skotlandia setelah diduga diam-diam merekam warga menggunakan smart glasses Meta. Aksinya memicu laporan masyarakat dan kembali memunculkan kekhawatiran soal privasi perangkat wearable.
Scott Margerison, yang dikenal dengan nama E Dobbin, mengunggah video berisi interaksi dengan orang asing selama berkeliling Skotlandia. Beberapa unggahannya menampilkan komentar bernada seksual terhadap perempuan muda serta pernyataan kontroversial terkait ras.
Kepolisian Skotlandia mengonfirmasi telah menerima sejumlah laporan mengenai video tersebut. Petugas kini meninjau rekaman yang beredar untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
"Kami mengetahui video yang diposting secara online dan sedang menilai kontennya," kata Juru bicara Kepolisian Skotlandia, dikutip dari BBC, Selasa (4/8/2026).
Salah satu insiden terjadi di Pulau Skye ketika Margerison berbincang dengan seorang pemilik toko keturunan India beragama Sikh. Perempuan itu mengaku merasa terintimidasi setelah percakapan tersebut direkam tanpa sepengetahuannya.
Korban baru mengetahui dirinya direkam setelah video itu beredar di TikTok. Ia mengaku sangat terpukul karena percakapannya dipublikasikan tanpa izin.
Video lain memperlihatkan Margerison berselisih dengan pasangan lansia di sebuah supermarket. Ia mengikuti mereka, menghalangi jalan dan mengancam akan mengunggah rekaman tersebut ke TikTok.
Kontroversi juga muncul saat ia merekam ruang kemudi feri MV Loch Seaforth milik CalMac. Operator feri kemudian menghentikan sementara tur ke area tersebut setelah mengetahui adanya perekaman tanpa izin.
CalMac menyebut Margerison telah diberi tahu bahwa aktivitas foto dan video dilarang selama tur berlangsung. Perusahaan mengambil kebijakan itu untuk menjaga keamanan dan privasi.
Kasus ini kembali memicu perdebatan soal penggunaan smart glasses berbasis kecerdasan buatan (AI). Meski menawarkan berbagai fitur praktis, perangkat tersebut dinilai berpotensi disalahgunakan untuk merekam orang tanpa persetujuan.
Meta mengatakan smart glasses miliknya memiliki lampu LED yang menyala saat proses perekaman berlangsung. Perusahaan juga telah menonaktifkan akun Margerison di platformnya dan masih melakukan penyelidikan internal.
Sementara itu, TikTok menegaskan pihaknya melarang konten yang mengandung pelecehan maupun perundungan. YouTube juga menyatakan sedang meninjau video Margerison yang diunggah ke platformnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mobil Listrik Mungil Ini Punya Desain Mirip Toyota Alphard, Tenaganya Cuma 5 HP
- 2Galaxy S27 Ultra Bocor, Samsung Siapkan Empat Warna Baru?
- 3Lenovo Watch Fit 3 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED
- 4Cara Melacak HP Android yang Hilang dengan Fitur Find My Device
- 5Gemini AI Bantu Rapikan Inbox Gmail yang Penuh Email Tak Terbaca
- 6Mercedes-Benz Pangkas Sejumlah Mobil Listrik Mulai 2027
- 7NASA Uji Coba Robot AI yang Bisa Bekerja Mandiri untuk Menjelajahi Mars
- 8POCO F9 Ultra dan F9 Pro Masuk Indonesia, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5
- 9Cara Blokir STNK Mobil Setelah Dijual, Bisa Online dan Offline
- 10Elon Musk Dilibatkan Pentagon untuk Tentukan Teknologi Perang Masa Depan AS







