Tekno

WhatsApp Ubah Cara Lindungi Akun, PIN 6 Digit Kini Bisa Diganti Password

Winna Wandayani | 25 September 2026, 18:30 WIB
WhatsApp Ubah Cara Lindungi Akun, PIN 6 Digit Kini Bisa Diganti Password
Ilustrasi WhatsApp (Pixabay)

AKURAT.CO WhatsApp memperkuat sistem keamanan akunnya dengan perubahan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi cukup penting bagi pengguna. Salah satunya adalah two-step verification yang kini tidak lagi terbatas pada PIN enam digit.

WhatsApp mulai menyediakan password yang lebih panjang dan dapat menggunakan kombinasi huruf, angka, serta karakter khusus.

Perubahan ini diumumkan Meta pada Agustus 2026 sebagai bagian dari pembaruan keamanan akun WhatsApp. Meta menjelaskan bahwa two-step verification dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan jika seseorang berhasil mendapatkan kode sekali pakai atau OTP pengguna.

Dengan sistem baru tersebut, pengguna memiliki perlindungan tambahan yang lebih sulit ditebak dibandingkan PIN enam digit.

Yang menarik, WhatsApp tidak hanya memperkuat satu titik keamanan. Platform ini sekaligus menambahkan informasi lebih banyak ketika seseorang menerima panggilan dari nomor yang belum tersimpan.

WhatsApp Kini Memberi Petunjuk Sebelum Angkat Telepon

Panggilan dari nomor asing sering menjadi salah satu cara seseorang mencoba membuat calon korban bereaksi cepat. Masalahnya, ketika telepon masuk, pengguna biasanya hanya melihat nomor yang menelepon.

WhatsApp kini mencoba memberikan lebih banyak konteks. Pada perangkat Android, ketika ada panggilan dari orang yang belum tersimpan di kontak, WhatsApp dapat menampilkan informasi tambahan, termasuk apakah nomor tersebut berasal dari negara berbeda dan apakah pengguna memiliki grup yang sama dengan penelepon.

Informasi tersebut bukan jaminan bahwa sebuah panggilan aman. Namun, konteks tambahan dapat membantu pengguna mengambil keputusan sebelum menjawab.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.