Twitter Kembali Hadir Lewat Twitter.now, Bawa Lagi Logo Burung Biru

AKURAT.CO Twitter kembali muncul dengan nama dan identitas yang familiar lewat platform baru bernama Twitter.now. Jejaring sosial ini membawa kembali logo burung biru yang sebelumnya menjadi ciri khas Twitter sebelum berganti nama menjadi X.
Twitter.now dikembangkan oleh startup asal Amerika Serikat, Operation Bluebird. Platform tersebut kini mulai membuka akses awal untuk pengguna meski masih menghadapi sengketa merek dengan X Corp.
Operation Bluebird menilai X Corp. telah meninggalkan hak atas merek Twitter dan Tweet setelah Elon Musk mengakuisisi platform tersebut dan mengganti namanya menjadi X. Klaim itu kemudian dibantah melalui langkah hukum oleh X Corp.
X Corp. telah meminta pengadilan mengeluarkan larangan sementara terhadap peluncuran Twitter.now. Hingga kini, putusan tertulis terkait sengketa penggunaan merek tersebut belum diterbitkan.
Meski proses hukum masih berlangsung, Operation Bluebird tetap membuka Twitter.now untuk akses awal. Startup ini menegaskan platform tersebut bukan upaya untuk menghidupkan kembali Twitter dalam bentuk lamanya.
Co-founder Operation Bluebird, Stephen Coates, mengatakan Twitter.now mengutamakan kepercayaan, transparansi dan kendali pengguna. Platform ini juga memberi pengguna lebih banyak pilihan atas konten di linimasa.
"Ketika X Corp. menghentikan merek Twitter, kami melihat peluang untuk membangun sesuatu yang baru: alun-alun publik yang diatur di sekitar kepercayaan, transparansi, dan pilihan pengguna," kata Coates dalam unggahannya di LinkedIn, dikutip Selasa (1/9/2026).
Salah satu prinsip Twitter.now adalah 'freedom of speech, not freedom of reach'. Konsep ini menekankan kebebasan berbicara tanpa menjadikan algoritma sebagai penentu utama jangkauan konten.
"Twitter.now bukanlah upaya untuk menciptakan kembali platform lama. Kami sedang membangun layanan yang berbeda, dengan sinyal kepercayaan yang memberikan konteks untuk apa yang dilihat pengguna," ujarnya.
Twitter.now juga menghadirkan Vera, fitur pemeriksaan fakta otomatis yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) Google Gemini. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna memahami dan menilai keakuratan informasi dalam sebuah unggahan.
Berbeda dari Twitter pada masa lalu, akses awal Twitter.now saat ini berbayar. Pengguna dapat membayar US$20 (sekitar Rp350 ribuan) untuk mendapatkan status Founder, sedangkan kontribusi US$40 (sekitar Rp700 ribuan) atau lebih memberikan status Fighter sekaligus lencana burung biru khusus.
Kemunculan Twitter.now menjadi menarik karena platform ini kembali menggunakan nama dan logo yang sangat identik dengan Twitter. Namun, kelanjutan layanan tersebut masih akan dipengaruhi oleh proses hukum antara Operation Bluebird dan X Corp.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1TikTok Makin Mengandalkan AI, Cara Iklan Menjangkau Pengguna Ikut Berubah
- 2Rekomendasi Laptop untuk Content Creator, Ini Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan
- 3Hyundai Tucson Terbaru Hadir dengan Hybrid dan Asisten AI
- 4Harga BBM Pertamina Masih Stabil, Pertamax Rp15.950 per Liter
- 5Samsung Galaxy A18 Resmi Dijual di Indonesia, Berikut Rincian Harganya
- 65 Cara Menghemat Kuota YouTube Tanpa Berhenti Menonton Video
- 7Tesla Roadster Terbaru Bisa Berputar di Udara, Produksi Mulai 2028
- 8WhatsApp Bisa Menelepon Orang Tanpa Akun, Begini Caranya
- 9Microsoft Peringatkan AI Agent Bisa Jadi Ancaman Keamanan Perusahaan
- 10Tips Aman Menggunakan AI untuk Membuat CV Lamaran Kerja









