Tekno

Google Tambah Fitur AI untuk Bantu Pelajar Belajar

Winna Wandayani | 25 Agustus 2026, 22:20 WIB
Google Tambah Fitur AI untuk Bantu Pelajar Belajar
Ilustrasi Google (Pexels)

AKURAT.CO Google memperkenalkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) baru di Search dan Gemini untuk membantu pelajar memahami materi. Fitur tersebut mencakup visual interaktif, simulasi 3D, kuis latihan, hingga pusat belajar khusus.

Hal ini menjadi bagian dari upaya Google memperkuat Gemini sebagai asisten AI untuk kebutuhan belajar. Google juga menghadapi persaingan dari layanan AI lain, termasuk OpenAI serta platform pendidikan seperti Knowt dan Gauth.

Di Google Search, pengguna kini bisa membuat visual dan simulasi sesuai topik yang sedang dipelajari. Misalnya, saat mencari informasi tentang skala pH, AI Overview dapat menampilkan visual interaktif untuk membantu memahami tingkat keasaman.

Pengguna juga bisa memberikan pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan materi yang lebih spesifik. Jika ingin mengetahui posisi buah-buahan citrus dalam skala pH, misalnya, AI Mode dapat membuat tampilan interaktif berdasarkan pertanyaan tersebut.

Search juga kini dapat membuat kuis latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Fitur ini dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran, mulai dari matematika dan sains hingga bahasa asing dan ilmu sosial.

Pelajar cukup memasukkan perintah sesuai kebutuhan, seperti meminta kuis kosakata yang sering muncul dalam ujian Scholastic Assessment Test (SAT). Search kemudian akan membuat kuis interaktif yang dapat digunakan untuk berlatih.

Google juga menyiapkan fitur belajar baru melalui Lens. Dalam beberapa minggu ke depan, pengguna bisa memotret soal untuk mendapat penjelasan, menemukan kesalahan, serta memperoleh petunjuk.

Selain itu, Search dapat membantu membuat dokumen belajar berdasarkan file yang diunggah pengguna. Pelajar bisa memasukkan PDF, dokumen, slide presentasi, atau foto catatan tulisan tangan untuk dibuat menjadi rangkuman berisi poin-poin penting.

Sementara di Gemini, Google menghadirkan kemampuan melakukan riset bertahap melalui Gemini Live. Pengguna dapat meminta Gemini meneliti suatu topik, meninggalkan percakapan, lalu menerima notifikasi ketika laporan selesai.

Hasil riset tersebut kemudian bisa dibahas kembali melalui percakapan suara. Pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menggali informasi yang belum dipahami.

Gemini kini juga mampu menghasilkan simulasi 3D yang dapat digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. Contohnya, pengguna dapat meminta visualisasi DNA dalam bentuk 3D yang bisa diputar dan diperbesar untuk melihat strukturnya secara lebih jelas.

Google turut menyiapkan hub khusus belajar di aplikasi Gemini. Di dalamnya, pengguna dapat membuat notebook belajar, menyusun flashcard, mengerjakan kuis latihan dan mengakses berbagai fitur pembelajaran dari satu tempat, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Selasa (25/8/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.