DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash

AKURAT.CO DeepSeek resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) V4 Pro. Model ini diposisikan sebagai versi unggulan dengan kemampuan lebih tinggi dibandingkan V4 Flash.
Menurut Artificial Analysis, DeepSeek V4 Pro dibanderol US$1,32 (sekitar Rp23 ribuan) per 1 juta token input dan US$3,96 (sekitar Rp70 ribuan) per 1 juta token output. Harga tersebut membuat biaya input sekitar sembilan kali dan output 14 kali lebih mahal dibandingkan V4 Flash.
V4 Flash sendiri memiliki tarif US$0,14 (sekitar Rp2 ribuan) untuk 1 juta token input dan US$0,28 (sekitar Rp5 ribuan) untuk 1 juta token output. Perbedaan harga tersebut menunjukkan DeepSeek menempatkan V4 Pro sebagai model premium.
DeepSeek menyebut V4 Pro membawa peningkatan kemampuan untuk menjalankan tugas berbasis AI agent. Model tersebut dapat digunakan melalui API, aplikasi, maupun layanan web DeepSeek.
Perusahaan juga akan menerapkan perubahan harga API untuk V4 Pro dan V4 Flash. DeepSeek memperkenalkan skema tarif berbeda berdasarkan penggunaan pada jam sibuk dan di luar jam sibuk.
Peluncuran V4 Pro menjadi perhatian karena versi pratinjaunya sempat kalah dari V4 Flash dalam sejumlah pengujian independen. Kondisi tersebut cukup tidak biasa karena varian Pro seharusnya menawarkan kemampuan yang lebih tinggi.
Hasil pengujian terbaru menunjukkan versi final V4 Pro mengalami peningkatan performa. Artificial Analysis memberikan skor 53 pada V4 Pro versi reasoning, sedangkan V4 Flash memperoleh skor 40.
Penilaian tersebut mencakup berbagai kemampuan, seperti pekerjaan berbasis AI agent, penggunaan alat, pemrograman dan penalaran ilmiah. Kemampuan menangani konteks panjang juga menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam penilaian.
DeepSeek sebelumnya menjadi sorotan global setelah model R1 mencuri perhatian pada awal 2025. Kemunculan model tersebut memicu perdebatan mengenai biaya pengembangan AI canggih dan persaingannya dengan perusahaan teknologi Amerika Serikat.
Namun, persaingan di China semakin ketat dengan munculnya model dari Moonshot AI, Zhipu AI, MiniMax, Alibaba dan ByteDance. Kondisi ini membuat DeepSeek perlu mempertahankan keunggulan teknologinya sekaligus memperkuat bisnis.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (15/8/2026), DeepSeek tengah menyiapkan pendanaan baru dengan valuasi sekitar US$74 miliar (sekitar Rp1.318 triliun). Perusahaan juga telah memperoleh sekitar US$7,4 miliar (sekitar Rp131 triliun) dalam pendanaan eksternal pertamanya pada Juni.
Kebutuhan modal DeepSeek meningkat seiring mahalnya pengembangan teknologi AI. Perusahaan berencana menambah jumlah karyawan serta mengembangkan chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok seperti Nvidia dan Huawei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Forza Horizon 6 Hadir di PS5 Januari 2027, Ini Jadwalnya
- 2Apple Dikabarkan Luncurkan MacBook Layar Sentuh dan iPad Mini OLED Oktober Ini
- 3Samsung Galaxy A27 5G Punya Paket Free Fire, Bonus hingga Rp1 Juta
- 4Xiaomi Skynomad Catat 70.000 Pesanan di Tengah Penyusutan Pasar Range Extender China
- 5Google Ungkap Cara Login Tanpa Password, Akun Lebih Sulit Dicuri
- 6Suzuki Swift Modifikasi Mini Coupe Dijual Rp129 Juta di Indonesia
- 7Bocoran HP Oppo Layar Lebar dengan Rasio 16:9
- 8Samsung Galaxy Tab S12 Resmi Dijual, Ini Harga dan Spesifikasinya
- 9Gmail Menyita Ruang Google Drive? Ini Cara Menemukan Email Berukuran Besar
- 10Layar HP Mati Saat Telepon WhatsApp? Periksa Sensor dan Pelindung Layar









