Tekno

Aplikasi Pengganti WhatsApp, Mengapa Semakin Banyak Pengguna Beralih

Cristina Malonda | 25 Mei 2024, 16:55 WIB
Aplikasi Pengganti WhatsApp, Mengapa Semakin Banyak Pengguna Beralih

Tekno.akurat.co - Aplikasi WhatsApp telah menjadi pesan instan yang dominan selama bertahun-tahun, belakangan ini, banyak pengguna mulai beralih ke aplikasi pengganti.

Tren ini dipicu oleh berbagai faktor yang membuat pengguna mencari alternatif yang diang gap lebih sesuai dengan kebutuhan dan referensi mereka.

Disini kami akan mengeksplorasi alasan mengapa semakin banyak saja pengguna beralih dari WhatsApp ke aplikasi lain.

Dalam Perjumpaan kita kali ini, kami akan mengulas tentang Aplikasi Pengganti WhatsApp, Mengapa Semakin Banyak Pengguna Beralih.

Baca Juga: Eksplorasi Riwayat Aktivitas WhatsApp Melalui My Activity Terbaru 2024

Pesaing Aplikasi WhatsApp

Tinggal tunggu waktu Telegram mengklaim akan mengumpulkan 1 miliar pengguna aktif bulanan (MAU) di aplikasinya. Hal tersebut diungkap langsung oleh pendiri Telegram, Pavel Durov.

'Pengguna aktif bulanan kami akan tembus 1 miliar pada tahun ini,' ucap Durov, dilansir dari Reuters, Jumat (24/5/2024).

Sebagai perbandingan, WhatsApp memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan hingga akhir 2023 lalu. Telegram digadang-gadang sebagai pesaing kuat WhatsApp.

'Telegram telah menyebar luas seperti kebakaran hutan,' cetus Durov.

Baca Juga: Cara Memperbaharui Chat Pada Aplikasi WhatsApp, Secara Tidak Sengaja Terbuang

Alasan Penguna Beralih

Lebih lanjut, pengusaha asal Rusia itu mengatakan dirinya telah menerima tekanan dari beberapa negara untuk membatasi pertukaran informasi tertentu di dalam Telegram.

Tetapi, dia menegaskan Telegram yang kini memiliki 900 juta pengguna aktif akan terus menjadi platform netral yang tidak terlibat dalam konflik geopolitik.

Dia juga mengatakan prinsip tersebut yang menjadi daya tarik Telegram untuk digunakan lebih banyak orang di seluruh dunia.

Telegram merupakan perusahaan berbasis Dubai. Pada 2014 lalu, Durov meninggalkan Rusia lantaran menolak tuntutan.

Baca Juga: Nonaktifkan Notifikasi Reaksi Status dengan Fitur Tersembunyi Pada Aplikasi WhatsApp

Yaitu tuntutan untuk memblokir suara komunitas oposisi di platform media sosial VK miliknya kala itu. Ia lalu menjual VK dan mendirikan Telegram.

Laporan Financial Times pada Maret lalu mengatakan Telegram bisa jadi akan melantai di bursa AS setelah perusahaan meraup keuntungan.

Telegram masuk dalam jajaran platform internet populer, bersanding dengan Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan WeChat.

Saat Rusia menginvasi Ukraina pada 2022 lalu, Telegram menjadi salah satu sumber informasi yang tidak menyaring konten-konten di dalamnya.

Baca Juga: Inovasi Baru Dari Aplikasi WhatsApp, Telepon Langsung Tanpa Menyimpan Nomor

Meski dinilai transparan, tetapi banyak juga konten bermuatan disinformasi yang tersebar di platform tersebut.

Durov menjamin sistem enkripsi pada Telegram akan membuat pertukaran informasi di dalamnya benar-benar terlindungi dan bebas intervensi pemerintah.

'Saya lebih baik bebas ketimbang tunduk pada perintah siapa pun, ungkapnya.

Baca Juga: Mengoptimalkan WhatsApp dengan AI, Panduan Lengkap untuk Memaksimalkannya

Menurut Pavel, ada berbagai cara yang dilancarkan pemerintah untuk mengelabui enkripsi Telegram. Salah satunya datang dari FBI.

Dia mengatakan FBI pernah mencoba merekrut engineer Telegram untuk membobol backdoor platformnya. FBI tidak berkomentar soal tuduhan ini.

Durov memilih berdomisili di Dubai karena menurutnya Uni Arab Emirat adalah negara netral yang ingin berteman dengan siapa saja.

Baca Juga: Kabar Mengejutkan Dibalik Aplikasi WhatsApp Dihapus Apple dari App Store

Dan tidak berafiliasi dengan pemerintahan superpower. Dia merasa aman menjalankan perusahaan netral di negara tersebut.

Demikian yang dapat kami jelaskan mengulas tentang Aplikasi Pengganti WhatsApp, Menga pa Semakin Banyak Pengguna Beralih

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.