ESET: Teknologi Enkripsi Antisipasi "Cyber Crime" Penting

akurat logo
Ahmad Muhajir
Rabu, 23 Agustus 2017 05:36 WIB
Share
 
ESET: Teknologi Enkripsi Antisipasi
Ilustrasi teknologi enkripsi. Foto: IP Watch

AKURAT.CO, Penggunaan teknologi enkripsi untuk mrmproteksi data dan informasi dari serangan "cyber crime" penting menurut perusahaan keamanan teknologi informasi dan komunikasi ESET.

"Enkripsi adalah teknologi yang mengamankan suatu informasi agar tidak dapat terbaca, kecuali dengan dekripsi," ujar Technical Assistant PT Prosperita-ESET Indonesia Harya Aditia Wiguna di Semarang, Selasa (22/8).

Hal tersebut diungkapkannya di sela sosialisasi teknologi enkripsi yang diprakarsai ESET Indonesia, sekaligus pengenalan produk-produk antivirus perusahaan yang berbasis di Slovakia yang sudah dilengkapi enkripsi.

Harya menjelaskan dekripsi untuk membuka data yang sudah dikunci oleh proses enkripsi memerlukan semacam kunci yang hanya diketahui oleh pemegang data sehingga sekalipun data tersebut bocor tidak akan dapat dibaca.

"Kebanyakan pengguna teknologi enkripsi yang menjadi 'customer' kami, di antaranya industri-industri obat dan kimia yang memiliki formula-formula rahasia, perusahaan manufaktur, arsitektural, dan desain," ucapnya.

Ada pula yang kalangan pribadi yang menggunakannnya karena kesadarannya yang tinggi terhadap pentingnya proteksi terhadap data dan informasi dengan teknologi enkripsi untuk mengantisipasi serangan kejahatan siber.

Namun, diakuinya, masih banyak perusahaan di Tanah Air yang belum mengimplementasikan enkripsi sebagai bagian dari sistem keamanan mereka karena belum "aware" (sadar) terhadap pentingnya perlindungan data dan informasi.

"Tidak heran jika hampir setiap hari Indonesia menerima 1,225 juta serangan siber dari berbagai negara, seperti dalam kasus WannaCry, Fireball, dan yang terbaru Petya. Dengan enkripsi, tidak perlu lagi khawatir," imbuh Harya.

Marketing Director PT Prosperita-ESET Indonesia Chrissie Maryanto mengakui banyaknya korporasi yang belum sadar dengan pentingnya proteksi keamanan data dan informasi dari serangan siber.

"Mereka belum 'aware', komputernya hanya pakai 'software' antivirus yang gratisan. Padahal, 'software' gratis tidak boleh dipakai perusahaan karena tidak ada proteksi penuh terhadap data dan informasi," tuturnya.

Berbeda dengan ESET yang memiliki sejumlah produk proteksi, seperti ESET Smart Security Premium yang memberikan perlindungan penuh, termasuk layanan konsultasi gratis dan "training" terhadap "update" produk.

"Segmentasi pasar ESET terbagi dua, yakni bisnis sebesar 70 persen dan sisanya ritel. Pasar di Jawa Tengah termasuk besar karena kontribusinya secara 'sale' nomor empat setelah Jakarta, Jabar, dan Jatim," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, tuntutan penggunaan enkripsi semakin besar seiring Uni Eropa yang menetapkan General Data Protection Regulation (GDPR) mulai Mei 2018 yang memaksa semua entitas bisnis menggunakan enkripsi.

"Sebagai syarat perlindungan keamanan data. Bagi pebisnis di Tanah Air mau tidak mau harus menerapkan enkripsi jika ingin dapat berbisnis atau mempertahankan jalinan usaha mereka dengan negara-negara Eropa," tegasnya.[]


Editor. Islahuddin

Sumber. antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Dana Murah Hanya 74% dari Total DPK, Bos BCA: Itu Sudah Cukup Besar

Selasa, 21 November 2017 09:40 WIB

Pada laporan kuartal III dana CASA Bank BCA tumbuh menjadi Rp428,0 triliun pada akhir September 2017.


Permintaan Energi Listrik Di Palembang Meningkat Pesat Tahun Ini

Selasa, 21 November 2017 09:40 WIB

Permintaan Energi Listrik di Kota Palembang meningkat pesat pada tahun ini karena dipengaruhi adanya perhelatan Asian Games 2018.


Lemkapi: Sikap Kapolri Tak Beri Perlindungan Hukum pada Setnov Sudah Tepat

Selasa, 21 November 2017 09:37 WIB

Menurut Edi Hasibuan, sewajarnya Kapolri tidak boleh mencampuri proses hukum yang ditangani lembaga penegak hukum lain.


Menteri BUMN Pantau BBM Satu Harga di Papua

Selasa, 21 November 2017 09:36 WIB

Kebutuhan BBM di Wamena sebanyak 990 KL perbulan, pembelian dilakukan melalui kupon dan kartu kendali.


Karang Taruna di Sumatera Utara Diminta Buka Wirausaha

Selasa, 21 November 2017 09:31 WIB

Pemerintah memberikan mesin kompresor, mesin jahit, pengaduk dodol, oven, teratak, kompor gas, papan bunga ucapan selamat, dan rice cooker.


Holding Perkebunan Nusantara Dukung Kegiatan Sail Sabang 2017

Selasa, 21 November 2017 09:29 WIB

BUMN terlibat dalam kegiatan ini yang memiliki lokasi operasional di rute pelayaran Jakarta-Pesisir Pantai Sumatera dan Banda Aceh.


40 Lembar Pecahan Seratus Dollar US Milik Margaritha Raib

Selasa, 21 November 2017 09:25 WIB

Saat itu tim kami langsung mengarah kepada tersangka


Pemprov Babel Latih 100 UMKM Gunakan Aplikasi Mobile

Selasa, 21 November 2017 09:23 WIB

Jangan sampai pelaku UMKM menjadi penonton karena tidak bisa menggunakan perkembangan teknologi.


Harga Emas Batangan Antam Turun 6.054 Poin

Selasa, 21 November 2017 09:22 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang turun 6.054 poin pada Selasa bila dibandingkan dengan harga pada Senin (17/11).


Komisi X DPR RI Berharap RUU Serah Simpan Karya Dibuat Secara Pararel

Selasa, 21 November 2017 09:22 WIB

RUU ini diharapkan menjadi bagian sistematika yang pembabakannya dijelaskan juga secara detail.


Di Kupang, Sebanyak 12 Ribu Data Penduduk Siap Dicetak di e-KTP

Selasa, 21 November 2017 09:21 WIB

Jumlah data itu siap dicetak dan saat ini masih menanti kondisi server normal.


Hadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Kaltim Siapkan 5 Juta Ternak

Selasa, 21 November 2017 09:15 WIB

Kebutuhan ternak di Kaltim diprediksikan mencapai 4.918.861 ekor ternak, terdiri dari sapi, kambing, dan ayam.


Konsumsi Generasi Milenial Berbeda, Sektor yang Tak 'Move On' Bakal Gulung Tikar

Selasa, 21 November 2017 09:11 WIB

Sekarang generasi milenial makan saja harus yang bisa memenuhi unsur lifestylenya.


Sandiaga Serang Djarot Lewat Pergub 148

Selasa, 21 November 2017 09:09 WIB

Menurut saya, suatu keputusan last minute sekali, banyak sekali yang nggak aware dengan (Pergub) 148


Pasar Obligasi Dipengaruhi Imbal Hasil Obligasi AS

Selasa, 21 November 2017 09:04 WIB

Pelaku pasar memanfaatkan kondisi laju menurun setelah terimbas pelemahan laju USD.